Kremlin Sebut AS Tidak Konsisten Soal Sanksi Terhadap Rusia
Rabu, 02 Agustus 2017 - 20:35 WIB
Kremlin Sebut AS Tidak Konsisten Soal Sanksi Terhadap Rusia
A
A
A
MOSKOW - Kremlin menyebut Amerika Serikat (AS) tidak konsisten mengenai sanksi baru terhadap Rusia. Kremlin menyatakan, mereka mendapati informasi adanya dua pendapat yang saling bertentangan yang datang dari Gedung Putih.
Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan, ia dan Presiden Donald Trump tidak percaya sanksi baru tersebut akan membantu dalam diplomasi dengan Rusia. Namun, Gedung Putih juga mengatakan bahwa Trump bermaksud menandatangani sanksi tersebut menjadi undang-undang.
Ditanya tentang komentar Tillerson, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan, ia belum mendengar langsung pernyataan itu. Namun, dia mencatat perbedaan ini menunjukan inkonsistensi, sekaligus kebimbangan AS dalam hal ini.
"Kami belum mendengar pernyataan seperti itu. Kami mencatat adanya kontradiksi tertentu dalam pernyataan yang disuarakan di Gedung Putih," kaya Peskov dalam sebuah pernyataan.
"Tanpa diragukan lagi, penting bahwa Presiden AS sedang memikirkan keadaan saat ini, dan tentang prospek, hubungan bilateral antara AS dan Rusia," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Rabu (2/8).
Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan, ia dan Presiden Donald Trump tidak percaya sanksi baru tersebut akan membantu dalam diplomasi dengan Rusia. Namun, Gedung Putih juga mengatakan bahwa Trump bermaksud menandatangani sanksi tersebut menjadi undang-undang.
Ditanya tentang komentar Tillerson, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan, ia belum mendengar langsung pernyataan itu. Namun, dia mencatat perbedaan ini menunjukan inkonsistensi, sekaligus kebimbangan AS dalam hal ini.
"Kami belum mendengar pernyataan seperti itu. Kami mencatat adanya kontradiksi tertentu dalam pernyataan yang disuarakan di Gedung Putih," kaya Peskov dalam sebuah pernyataan.
"Tanpa diragukan lagi, penting bahwa Presiden AS sedang memikirkan keadaan saat ini, dan tentang prospek, hubungan bilateral antara AS dan Rusia," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Rabu (2/8).
(esn)