Ahli: Rudal Korut Sudah Mendekati New York

Sabtu, 29 Juli 2017 - 11:03 WIB
Ahli: Rudal Korut Sudah...
Ahli: Rudal Korut Sudah Mendekati New York
A A A
WASHINGTON - Korea Utara (Korut) kembali melakukan uji coba rudal yang diyakini sebagai rudal balistik antar benua (ICBM). Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, mengklaim jika seluruh wilayah Amerika Serikat (AS) telah berada dalam jangkauan rudalnya.

Klaim pemimpin Korut itu ternyata diamini oleh ahli senjata nuklir. Menurut peneliti di Pusat Studi Nonproliferasi James Martin di California, Melissa Hanham, uji coba tersebut menunjukkan bahwa Alaska berada dalam jangkauan rudal Korut, dan jika rudal itu terbang selama 45 menit selama uji coba kemungkinan rudal tersebut bisa mencapai New York.

Rincian mengenai peluncuran masih tetap samar, namun Hanham mengatakan bahwa dia menduga rudal yang diuji adalah rudal Hwasong-14 sama dengan yang diluncurkan rezim Kim Jong-un pada 4 Juli lalu.

"Tes itu menunjukkan bahwa Alaska berada dalam jangkauan dan dugaan awal saya adalah bahwa mereka sekarang menguji rudal ini untuk melihat apakah bisa berlanjut lebih jauh," kata Hanham seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (29/7/2017).

"Kita perlu mendapatkan semua data poin untuk bisa menghitung rentang kurva tapi mungkin saja mereka mencoba menunjukkan bahwa memang New York tidak begitu jauh," imbuhnya.

Hanham lantas menunjukkan kisaran jarak sejauh 9.500-10.000 km, yang membutuhkan waktu terbang 45 menit, mungkin Korut berpotensi menyerang sasaran pantai timur seperti New York.

Namun analis tetap skeptis mengenai apakah Korut memiliki kemampuan untuk membuat miniatur senjata nuklir yang bisa ditembakkan pada misil semacam itu. Meski begitu, peluncuran tersebut merupakan pengingat terbaru kegagalan Presiden AS Donald Trump untuk membuat kemajuan dalam upayanya mengendalikan ambisi nuklir Kim Jong-un.

Para ahli mengatakan bahwa presiden AS telah berharap untuk membentuk "pernikahan besar" dengan China, yang akan melihat dua negara teratas di dunia menangani Pyongyang bersama-sama, dengan Beijing memberikan tekanan ekonomi pada sekutunya.

Hanham mengatakan tes Jumat malam akan membuat Gedung Putih, yang telah terhuyung-huyung dari kekalahan dramatis untuk mencabut undang-undang Obamacare, sakit kepala.

"Sayangnya, sekarang juga Washington sangat sibuk dengan hal lain. Pemungutan suara pencabutan undang-undang kesehatan merupakan pukulan luar biasa bagi partai Republik. Saya menduga hari ini banyak dari mereka di kantor tengah menjilati luka-lukanya, "katanya.

"Departemen luar negeri AS belum sepenuhnya dikelola. Saya tidak berpikir mereka siap untuk hal ini," imbuhnya.
(ian)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Penampakan Kapal Selam...
Penampakan Kapal Selam Bersenjata Nuklir Korea Utara Kim Kuk Ok
PBB: Korea Utara Abaikan...
PBB: Korea Utara Abaikan Sanksi Nuklir
Korea Utara Sebut Presiden...
Korea Utara Sebut Presiden Korea Selatan Picu Perang Nuklir
Korea Selatan: Serangan...
Korea Selatan: Serangan Nuklir Jadi Akhir Rezim Korea Utara
Korea Utara Akan Meluncurkan...
Korea Utara Akan Meluncurkan Satelit Baru dan Drone pada 2024
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
5 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
6 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
7 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
8 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
9 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
10 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved