Pelanggaran Israel di Al-Aqsa, Erdogan: Dunia Islam Jangan Bisu

Senin, 24 Juli 2017 - 09:31 WIB
Pelanggaran Israel di...
Pelanggaran Israel di Al-Aqsa, Erdogan: Dunia Islam Jangan Bisu
A A A
ISTANBUL - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, dunia Islam jangan bisu di tengah pelanggaran pasukan Israel yang sedang berlangsung di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur.

Dalam konferensi pers di Bandara Ataturk Istanbul sebelum menuju ke Arab Saudi pada hari Minggu, Erdogan mendesak pasukan keamanan Israel untuk menghindari penggunaan kekerasan. Dia juga mendesak pasukan Israel bertindak sesuai dengan hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan yang mendasar.

”Al-Aqsa bukan hanya milik orang-orang Palestina, namun juga dihormati dan dianggap sebagai tempat suci oleh 1,7 miliar muslim di seluruh dunia,” kata Presiden Erdogan.

”Saat puncak pertemuan Organisasi Kerjasama Islam (OKI), saya menyerukan Israel sekali lagi untuk bertindak sesuai dengan hukum (internasional) dan nilai-nilai dasar manusia. Saya ingin menggarisbawahi sekali lagi bahwa (Israel) harus menghindari langkah-langkah yang akan semakin meningkatkan ketegangan,” katanya, yang dikutip dari Daily Sabah, Senin (24/7/2017).

“Turki akan terus bekerja untuk membangun perdamaian di wilayah tersebut dan mendukung perjuangan saudara Palestina untuk kebebasan dan keadilan,” lanjut pemimpin Turki ini.

”Kami tidak menganggap tepat bagi saudara-saudara kami untuk mengalami masalah dan tekanan dalam bentuk apapun dan kami sangat sedih dengan insiden terbaru.”

”Dunia Islam tidak diharapkan untuk tidak responsif terhadap pembatasan Al-Aqsa dan penghinaan terhadap kehormatan umat Islam. Dengan demikian, Turki telah menunjukkan reaksinya dengan fasih,” imbuh Erdogan.

Baca: Amuk Pasukan Israel di Al-Aqsa Sudah Lukai Lebih dari 900 Warga Palestina

Erdogan mengaku telah melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden Israel Reuven Rivlin mengenai pelanggaran hak-hak warga Palestina oleh pemerintah Israel. Erdogan juga berbicara dengan mitranya dari Prancis, Emmanuel Macron, mengenai krisis Al-Aqsa pada hari Sabtu lalu.

Pasukan keamana Israel menutup Masjid Al-Aqsa setelah dua polisi Israel tewas dalam serangan pria bersenjata di kompleks situs suci itu pada 14 Juli 2017. Dua hari kemudian, Israel membuka masjid dengan memasang detektor logam yang memicu kemarahan warga muslim Palestina.

Pemasangan detektor logam itu telah memicu demo besar-besaran yang berujung pada konfrontasi antara warga Palestina dan pasukan Israel. Total lebih dari 900 warga Palestina terluka akibat tindakan keras pasukan Israel di kompleks masjid suci selama beberapa hari terakhir.
(mas)
Berita Terkait
Turki: Rencana Israel...
Turki: Rencana Israel Caplok Wilayah Palestina akan Timbulkan Krisis Lanjutan
Turki: Langkah Ekspansionis...
Turki: Langkah Ekspansionis Israel Melanggar Hukum Internasional
Israel Desak Turki Tutup...
Israel Desak Turki Tutup Kantor Hamas sebagai Syarat Perbaikan Hubungan
7 Negara NATO yang Mendukung...
7 Negara NATO yang Mendukung Palestina, Salah Satunya Mayoritas Islam
Erdogan: Dunia Islam...
Erdogan: Dunia Islam Harus Bersatu Melawan Serangan Israel!
Tutup Akses Bea Cukai,...
Tutup Akses Bea Cukai, Turki Hentikan Perdagangan dengan Israel
Berita Terkini
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
10 menit yang lalu
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
30 menit yang lalu
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
1 jam yang lalu
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
3 jam yang lalu
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
4 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved