Turki: Aksi Radikal Israel di Al-Aqsa Merusak Toleransi
Sabtu, 22 Juli 2017 - 23:53 WIB
Turki: Aksi Radikal Israel di Al-Aqsa Merusak Toleransi
A
A
A
ANKARA - Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan tindakan radikal Israel di gerbang Masjid Al-Aqsa sangat provokatif dan merusak toleransi antara peradaban dan agama. Yildirim mengatakan bahwa pembatasan Israel untuk akses ke Tempat Suci tidak akan menyelesaikan masalah.
"Menerapkan tindakan ini salah. Mengambil tindakan radikal semacam itu atas ancaman teror yang dirasakan, menghalangi atau membatasi akses Muslim ke Masjid Al-Aqsa, tidak akan berkontribusi untuk memecahkan masalah," tegas Yildirim seperti dikutip dari Middle East Monitor, Sabtu (22/7/2017).
Perdana Menteri Turki tersebut menyebut bahwa isu Masjid Al-Aqsa sangat peka terhadap semua umat Islam di seluruh dunia. "Saya berharap dalam waktu dekat semuanya akan kembali normal," tambahnya.
Petugas polisi pendudukan Israel memasang detektor logam elektronik di gerbang ke kompleks Masjid Al-Aqsa setelah bentrokan di sana mengakibatkan kematian tiga warga Palestina dan dua polisi Israel pekan lalu.
Jamaah Palestina telah menolak memasuki masjid melalui detektor logam, yang dipercaya membatasi hak mereka atas akses penuh dan terbuka ke masjid tersebut, yang sudah terancam oleh pihak berwenang Israel.
Menurut media Turki, ribuan orang Turki turun ke jalan di beberapa kota untuk melakukan demonstrasi menentang tindakan Israel di Al-Aqsa. Sekelompok pemrotes berkumpul di luar Konsulat Israel di Istanbul di mana mereka meneriakkan slogan-slogan yang mengecam Israel dan berjanji untuk membela tempat suci tersebut.
"Menerapkan tindakan ini salah. Mengambil tindakan radikal semacam itu atas ancaman teror yang dirasakan, menghalangi atau membatasi akses Muslim ke Masjid Al-Aqsa, tidak akan berkontribusi untuk memecahkan masalah," tegas Yildirim seperti dikutip dari Middle East Monitor, Sabtu (22/7/2017).
Perdana Menteri Turki tersebut menyebut bahwa isu Masjid Al-Aqsa sangat peka terhadap semua umat Islam di seluruh dunia. "Saya berharap dalam waktu dekat semuanya akan kembali normal," tambahnya.
Petugas polisi pendudukan Israel memasang detektor logam elektronik di gerbang ke kompleks Masjid Al-Aqsa setelah bentrokan di sana mengakibatkan kematian tiga warga Palestina dan dua polisi Israel pekan lalu.
Jamaah Palestina telah menolak memasuki masjid melalui detektor logam, yang dipercaya membatasi hak mereka atas akses penuh dan terbuka ke masjid tersebut, yang sudah terancam oleh pihak berwenang Israel.
Menurut media Turki, ribuan orang Turki turun ke jalan di beberapa kota untuk melakukan demonstrasi menentang tindakan Israel di Al-Aqsa. Sekelompok pemrotes berkumpul di luar Konsulat Israel di Istanbul di mana mereka meneriakkan slogan-slogan yang mengecam Israel dan berjanji untuk membela tempat suci tersebut.
(ian)