Iran Tuding AS Coba Paksakan Perubahan Rezim di Teheran
Rabu, 28 Juni 2017 - 18:33 WIB
Iran Tuding AS Coba Paksakan Perubahan Rezim di Teheran
A
A
A
NEW YORK - Iran menuding Amerika Serikat (AS) mencoba untuk memaksakan perubahan rezim di Teheran. Tudingan ini muncul setelah adanya pernyataan yang dilontarkan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson di depan Senat AS beberapa waktu lalu.
Dalam pernyataannya, Tillerson mengatakan, kebijakan AS adalah untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir dan bekerja untuk mendukung elemen-elemen di dalam Iran yang akan mengarah pada transisi damai pemerintah di negara tersebut.
Duta Besar Iran untuk PBB Gholamali Khoshroo, menuturkan pihaknya menilai pernyataan Tillerson tersebut adalah sebuah rencana untuk melakukan perubahan rezim. Khosroo menyebut hal itu adalah pelanggaran terhadap hukum internasional.
"Itu adalah rencana intervensi yang kurang aja, untuk mengubah pemerintah saat ini yang merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan Piagam PBB," kata Khoshroo, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (28/6).
Khoshroo kemudian mengatakan, ia sudah menulis kepada Sekretaris Jenderal Antonio Guterres. Dalam suratnya Khoshroo menjelaskan, pernyataan Tillerson juga merupakan pelanggaran mencolok terhadap Persetujuan Aljir 1981, di mana AS berjanji tidak untuk melakukan intervensi, secara langsung atau tidak langsung, secara politis atau militer, dalam urusan dalam negeri Iran.
Dalam pernyataannya, Tillerson mengatakan, kebijakan AS adalah untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir dan bekerja untuk mendukung elemen-elemen di dalam Iran yang akan mengarah pada transisi damai pemerintah di negara tersebut.
Duta Besar Iran untuk PBB Gholamali Khoshroo, menuturkan pihaknya menilai pernyataan Tillerson tersebut adalah sebuah rencana untuk melakukan perubahan rezim. Khosroo menyebut hal itu adalah pelanggaran terhadap hukum internasional.
"Itu adalah rencana intervensi yang kurang aja, untuk mengubah pemerintah saat ini yang merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan Piagam PBB," kata Khoshroo, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (28/6).
Khoshroo kemudian mengatakan, ia sudah menulis kepada Sekretaris Jenderal Antonio Guterres. Dalam suratnya Khoshroo menjelaskan, pernyataan Tillerson juga merupakan pelanggaran mencolok terhadap Persetujuan Aljir 1981, di mana AS berjanji tidak untuk melakukan intervensi, secara langsung atau tidak langsung, secara politis atau militer, dalam urusan dalam negeri Iran.
(esn)