Wanita Jadi Imam, 'Masjid Liberal' Jerman Dinilai Tak Sesuai Islam

Jum'at, 23 Juni 2017 - 17:03 WIB
Wanita Jadi Imam, Masjid...
Wanita Jadi Imam, 'Masjid Liberal' Jerman Dinilai Tak Sesuai Islam
A A A
ANKARA - Badan Urusan Agama Turki, Diyanet, mengkritik Masjid Ibn Ruschd-Goethe di Berlin, yang dikenal sebagai “masjid liberal” pertama di Jerman. Diyanet menilai konsep masjid itu tak sesuai ajaran Islam karena wanita menjadi imam salat untuk jemaah pria dan wanita.

Selain itu, jemaah pria dan wanita dibebaskan berbaur untuk salat bersama. Menurut Diyanet, gagasan semacam itu sejalan dengan proyek yang dipimpin oleh kelompok Fethullah Gulen, yang oleh Turki dituduh sebagai dalang kudeta gagal pada 15 Juli 2016.

Masjid ini digagas untuk menerima semua sekte, baik Sunni maupun Syiah. Masjid juga menerima jemaah dari semua jenis gender, baik perempuan, pria maupun kalangan LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender).

Baca: 'Masjid Liberal' Pertama Dibuka di Jerman, Anti-Niqab dan Burka

Masjid yang bangunannya menyewa ruang gereja di Berlin ini digagas oleh Seyran Ates, aktivis feminis yang juga pengacara kelahiran Turki yang kini tinggal di Jerman. Ates justru melarang pemakaian burka dan niqab di masjid tersebut.

Masjid itu diberi nama Ibn Ruschd-Goethe, nama yang mengacu pada filsuf Islam Ibnu Rusyd (Averroes) dan penulis ternama Jerman Johann Wolfgang von Goethe.

Namun, menurut Diyanet, masjid tersebut mengabaikan prinsip dasar Islam dan tidak sesuai dengan ibadah, pengetahuan dan metodologi yang terakumulasi sejak Islam diajarkan Nabi Muhammad 14 abad silam.

”Sudah jelas bahwa ini adalah proyek yang telah dilakukan bertahun-tahun oleh FETO dan struktur buruk lainnya untuk rekayasa agama,” bunyi pernyataan Diyanet. FETO adalah organisasi yang disebut-sebut dipimpin Fethullah Gulen, “musuh” politik Presiden Tayyip Erdogan yang kini tinggal di Amerika Serikat.

“Kami yakin bahwa semua orang percaya akan menjaga jarak dari provokasi semacam itu dan menunjukkan kebijaksanaan dalam menghadapi hal ini,” lanjut Diyanet, seperti dikutip The Local, semalam (22/6/2017).
(mas)
Berita Terkait
Jerman dan Yunani Peringatkan...
Jerman dan Yunani Peringatkan Turki tentang Pengeboran di Mediterania
Jurnalis Turki Divonis...
Jurnalis Turki Divonis 27 Tahun Penjara dalam Kasus Spionase
Situasi Keamanan Memburuk,...
Situasi Keamanan Memburuk, Austria dan Jerman Tunda Operasi Penyelamatan di Turki
Jerman pada Turki: Hentikan...
Jerman pada Turki: Hentikan Tindakan Provokasi di Mediterania Timur
Yunani-Turki Bersitegang,...
Yunani-Turki Bersitegang, Menlu Jerman: Sebuah Percikan Bisa Picu Bencana
Turki Tuduh Barat Kobarkan...
Turki Tuduh Barat Kobarkan Perang Psikologis
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
28 menit yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
1 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
2 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
3 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
4 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
4 jam yang lalu
Infografis
7 Masjid Tua di Jakarta...
7 Masjid Tua di Jakarta yang Ikonik dan Sarat Sejarah Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved