Jerman dan Yunani Peringatkan Turki tentang Pengeboran di Mediterania

Selasa, 21 Juli 2020 - 22:23 WIB
loading...
Jerman dan Yunani Peringatkan...
Jerman dan Yunani memperingatkan Turki terkait pengeboran di Laut Mediterania. Foto/Daily Sabah
A A A
ATHENA - Turki harus menghentikan pengeboran sumber daya alam di perairan Mediterania timur jika ada kemajuan dalam hubungan Uni Eropa (UE)-Turki. Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas.

"Mengenai pengeboran Turki di Mediterania timur, kami memiliki posisi yang sangat jelas - hukum internasional harus dihormati sehingga kemajuan dalam hubungan UE-Turki hanya mungkin jika Ankara menghentikan provokasi di Mediterania timur," kata Maas saat berkunjung ke Athena seperti dikutip dari Reuters, Selasa (21/7/2020).

Sedangkan kolega Maas dari Yunani, Nikos Dendias mengatakan, perilaku 'ilegal' Turki di Mediterania Timur mengancam kohesi hubungan NATO dan Ankara dengan UE. (Baca: Dibeli Turki, S-400 Rusia Sebabkan Banyak Kerumitan di NATO )

Yunani memiliki ketegangan yang berkepanjangan dengan Turki mengenai sejumlah masalah mulai dari batas udara dan laut hingga Siprus yang terpecah secara etnis. Upaya-upaya oleh Siprus, sekutu dekat Yunani, dan Turki dalam eksplorasi gas alam di daerah-daerah tumpang tindih di Mediterania timur telah membawa perselisihan itu menjadi fokus yang lebih tajam.

"Perilaku ilegal dan provokatif Turki memiliki reaksi serius tidak hanya pada perdamaian dan stabilitas di Mediterania Timur tetapi pada kohesi NATO dan hubungannya dengan Uni Eropa," kata Dendias setelah pertemuan dengannya Maas. (Baca: Yunani Siap Konfrontasi Militer dengan Turki untuk Bela Kedaulatan )

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan Turki akan memulai penelitian seismik dan operasi pengeboran di perairan yang diperebutkan yang dicakup oleh perjanjian antara Ankara dan pemerintah Libya yang diakui secara internasional.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
50 Senator AS Dukung...
50 Senator AS Dukung Resolusi Anti-Perang Iran, Trump Kehilangan Dukungan
Rekomendasi
Iran Murka, Mehdi Taremi...
Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
10 Rahasia Puasa Asyura...
10 Rahasia Puasa Asyura yang Jarang Diketahui, Nomor 1 Sangat Istimewa
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Berita Terkini
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved