UEA Miliki Penjara Penyiksaan Rahasia di Yaman, AS Ikut Terlibat

Jum'at, 23 Juni 2017 - 08:57 WIB
UEA Miliki Penjara Penyiksaan...
UEA Miliki Penjara Penyiksaan Rahasia di Yaman, AS Ikut Terlibat
A A A
SANAA - Uni Emirat Arab (UEA) diam-diam mengoperasikan penjara penyiksaan rahasia di Yaman untuk para tersangka teroris. Para personel Amerika Serikat (AS) ikut terlibat dalam interogasi.

Investigasi AP mengungkap jaringan “situs hitam” yang dioperasikan UEA di negara yang dilanda perang tersebut. Laporan investigasi itu menyebut setidaknya ada 18 penjara klandestin di Yaman selatan yang dioperasikan UEA maupun pasukan Yaman yang dilatih negara-negara Arab.

Menurut laporan yang dirilis hari Kamis tersebut, diperkirakan ada 2.000 tahanan di penjara-penjara rahasia di Yaman. Mereka mengalami penganiayaan dan penyiksaan dan tidak memiliki perlindungan hukum.

Militer AS, lanjut laporan itu, menyediakan daftar pertanyaan untuk para tahanan dan menerima transkrip interogasi yang dilakukan di penjara-penjara “hitam”, yang berpotensi melibatkan para personel AS dalam penyiksaan tahanan.

Laporan investigasi AP ini juga bersumber dari wawancara dengan puluhan orang, termasuk mantan narapidana, anggota keluarga orang-orang yang ditahan, pengacara, serta pejabat Yaman dan AS.

Sebagian besar sumber berbicara dengan syarat anonim, karena khawatir terkena tindakan serta tidak memiliki wewenang untuk membahas masalah ini dengan media.

UAE adalah bagian dari koalisi negara-negara yang dipimpin Arab Saudi yang melakukan agresi di Yaman sejak Maret 2015 untuk memerangi kelompok pemberontak Houthi, musuh Presiden Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi. AS tak terlibat langsung dalam agresi, namun memberikan bantuan pengisian bahan bakar pesawat-pesawat tempur koalisi Arab dan data intelijen.

Penjara-penjara penyiksaan rahasia yang dijalankan UEA itu berbasis di pangkalan militer, termasuk di seberang laut di Eritrea. Penjara-penjara rahasia itu tersebar di pelabuhan, bandara, vila pribadi dan bahkan kelab malam.

Para mantan narapidana menceritakan bagaimana mereka dimasukkan ke dalam kontainer pengiriman dan bahkan diolesi tinja. Beberapa dari mereka dicambuk dengan kabel, dikunci di dalam sebuah wadah dengan api yang menyala. Ada juga yang diikat dalam lingkaran api.

”Kami bisa mendengar jeritan tersebut,” kata seorang mantan tahanan, yang menghabiskan setengah tahun di sebuah penjara yang terletak di bandara Riyan dekat Kota Mukalla, Yaman timur.

Dia mengklaim bahwa ”hampir semua orang sakit” dan sisanya meninggal akibat disiksa. Sementara itu, para pejabat AS yang dikutip oleh AP mengaku tidak memiliki informasi perihal keterlibatan personel AS dalam pelanggaran langsung. Namun, anggota unit khusus Yaman (Hadramawt Elite), yang diciptakan oleh UEA, mengklaim pasukan AS berada di dekat mereka selama proses tersebut.

Unit operasi khusus yang dilatih UEA tersebut beroperasi di Mukalla dengan target kelompok cabang Al-Qaeda. sekitar 400 orang ditangkap di daerah tersebut karena diduga memiliki hubungan dengan Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP).

Beberapa pejabat Yaman mengatakan bahwa orang-orang Amerika melakukan interogasi terhadap tersangka teroris dengan kapal-kapal dari pantai Yaman. Salah seorang dari pejabat mengatakan bahwa dia telah menyaksikan tahanan dibawa untuk diinterogasi ke sebuah kapal dimana dia bertugas pada saat itu. Menurutnya, interogasi dilakukan oleh para ahli Amerika.

Setelah laporan penyiksaan tahanan di penjara-penjara rahasia di Yaman menyebar, Pentagon menyatakan akan menyelidiki tuduhan penyiksaan tersebut.

”Kami tidak akan menutup mata, karena kami berkewajiban melaporkan pelanggaran hak asasi manusia,” kata juru bicara Pentagon Dana White, Jumat (23/6/2017). “AS selalu mengikuti standar tertinggi perilaku pribadi dan profesional.”
(mas)
Berita Terkait
Terungkap, Jenderal...
Terungkap, Jenderal AS Jadi Konsultan Rahasia Uni Emirat Arab dalam Perang Yaman
Uni Emirat Arab dan...
Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat Tes Keamanan Siber pada Drone
Sistem Patriot AS, Rahasia...
Sistem Patriot AS, Rahasia UEA Rontokkan Rudal Houthi di Langit Abu Dhabi
8 Negara Mayoritas Muslim...
8 Negara Mayoritas Muslim yang Jadi Sekutu Amerika Serikat
Arab Saudi dan Uni Emirat...
Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, dari Saudara Menjadi Rival...
Sumpah Pulang ke Afghanistan,...
Sumpah Pulang ke Afghanistan, Ghani Sudah ‘Tidak Dianggap’ Amerika Serikat
Berita Terkini
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
1 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
2 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
2 jam yang lalu
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
4 jam yang lalu
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
4 jam yang lalu
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
4 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved