Rusia Peringatkan AS Agar Tidak Menyerang Pasukan Suriah Lagi
Minggu, 11 Juni 2017 - 04:19 WIB
Rusia Peringatkan AS Agar Tidak Menyerang Pasukan Suriah Lagi
A
A
A
MOSKOW - Rusia mengatakan kepada Amerika Serikat (AS) bahwa mereka tidak dapat menerima Washington menyerang pasukan pro pemerintah Suriah. Pernyataan itu disampaikan setelah militer AS melakukan serangan udara terhadap milisi pro Assad pada bulan lalu.
Baca juga:
Jet-jet AS Bombardir Konvoi Tank Pasukan Assad
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menyampaikan pesan tersebut kepada Sekretaris Negara AS Rex Tillerson dalam sebuah pembicaraan telpon pada hari Sabtu yang diprakarsai oleh pihak AS. Demikian pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia.
Rusia mengatakan pada saat bahwa tindakan AS akan menghambat upaya untuk menemukan solusi politik untuk konflik tersebut. Selain itu tindakan tersebut telah melanggar kedaulatan Suriah, salah satu sekutu terdekat Rusia di Timur Tengah.
"Lavrov menyatakan ketidaksetujuan kategorisnya dengan serangan AS pada pasukan pro-pemerintah dan dia meminta untuk mengambil tindakan konkret guna mencegah kejadian serupa di masa depan," kata kementerian tersebut seperti dikutip dari Reuters, Minggu (11/6/2017).
Lavrov dan Tillerson juga telah melakukan pertukaran penilaian terhadap situasi di Suriah dan menegaskan keinginan mereka untuk meningkatkan kerja sama guna mengakhiri konflik di sana.
Kementerian tersebut mengatakan Lavrov dan Tillerson juga telah membahas perlunya memperbaiki keretakan antara Qatar dan negara-negara Arab lainnya melalui negosiasi. Keduanya juga telah membicarakan hubungan antara AS-Rusia dan merencanakan pertemuan antara pejabat kedua negara.
Baca juga:
Jet-jet AS Bombardir Konvoi Tank Pasukan Assad
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menyampaikan pesan tersebut kepada Sekretaris Negara AS Rex Tillerson dalam sebuah pembicaraan telpon pada hari Sabtu yang diprakarsai oleh pihak AS. Demikian pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia.
Rusia mengatakan pada saat bahwa tindakan AS akan menghambat upaya untuk menemukan solusi politik untuk konflik tersebut. Selain itu tindakan tersebut telah melanggar kedaulatan Suriah, salah satu sekutu terdekat Rusia di Timur Tengah.
"Lavrov menyatakan ketidaksetujuan kategorisnya dengan serangan AS pada pasukan pro-pemerintah dan dia meminta untuk mengambil tindakan konkret guna mencegah kejadian serupa di masa depan," kata kementerian tersebut seperti dikutip dari Reuters, Minggu (11/6/2017).
Lavrov dan Tillerson juga telah melakukan pertukaran penilaian terhadap situasi di Suriah dan menegaskan keinginan mereka untuk meningkatkan kerja sama guna mengakhiri konflik di sana.
Kementerian tersebut mengatakan Lavrov dan Tillerson juga telah membahas perlunya memperbaiki keretakan antara Qatar dan negara-negara Arab lainnya melalui negosiasi. Keduanya juga telah membicarakan hubungan antara AS-Rusia dan merencanakan pertemuan antara pejabat kedua negara.
(ian)