Putin: Serangan Kimia Suriah Provokasi Terhadap Assad
Sabtu, 03 Juni 2017 - 09:31 WIB
Putin: Serangan Kimia Suriah Provokasi Terhadap Assad
A
A
A
ST. PETERSBURG - Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa pemimpin Suriah Bashar al-Assad tidak menggunakan senjata kimia terhadap rakyatnya. Putin mengatakan bahwa serangan yang baru-baru ini menewaskan puluhan warga sipil merupakan "provokasi" terhadap Presiden Bashar Assad.
"Kami benar-benar yakin itu provokasi. Assad tidak menggunakan senjata. Itu dilakukan oleh orang-orang yang ingin menyalahkannya untuk itu," kata Putin seperti dikutip dari New York Times, Sabtu (3/6/2017).
Dia menambahkan bahwa intelijen Rusia memiliki informasi bahwa "skenario serupa" akan diterapkan di tempat lain di Suriah, termasuk di dekat Damaskus.
"Syukurlah, mereka cukup pintar untuk tidak melakukannya setelah kami merilis informasi tentang hal itu," katanya.
Serangan kimia di kota Khan Sheikhoun menyebabkan kegaduhan internasional setelah sejumlah gambar akibat serangan itu, termasuk anak-anak yang sekarat di rekam kamera, disiarkan secara luas.
Serangan ini memicu serangan rudal jelajah yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap sebuah pangkalan udara Suriah. AS menyatakan bahwa pangkalan udara tersebut dipakai untuk meluncurkan serangan senjata kimia ke Khan Sheikhoun yang menewaskan setidaknya 90 orang, termasuk anak-anak.
Putin mengatakan bahwa Rusia telah menawarkan kesempatan kepada AS dan sekutunya untuk memeriksa pangkalan udara tersebut untuk melacak zat kimia tersebut. Ia pun mengkritik mereka karena menolak untuk melakukannya.
Putin mengatakan pemeriksaan cepat pangkalan udara akan mengungkapkan jejak zat beracun jika memang telah berfungsi sebagai landasan untuk serangan tersebut sebagaimana dituduhkan oleh AS.
"Peralatan kontrol modern akan menunjukkan bahwa senjata kimia telah berada di pesawat atau lokasi tertentu di pangkalan. Tidak ada yang mau, ada banyak pembicaraan, tapi nol tindakan," kata Putin.
Putin mengatakan Assad bukan tanpa kesalahan tapi penyelidikan atas tindakan lawannya juga harus dikejar.
"Apakah Assad membuat kesalahan? Ya, cukup sedikit. Bagaimana dengan orang-orang yang menghadapinya? Apakah mereka malaikat? Siapa mereka yang membunuh orang di sana, mengeksekusi anak-anak? Apakah mereka orang yang harus kita dukung?" tanyanya.
Putin mengatakan bahwa dia ingin menghindari Suriah menemui nasib yang sama seperti Somalia atau Libya, di mana pasukan milisi berkuasa.
"Terutama, kami membela bukan Assad tapi negara Suriah. Kami tidak ingin melihat situasi di sana menjadi seperti di Libya, Somalia atau Afghanistan," katanya.
"Kami benar-benar yakin itu provokasi. Assad tidak menggunakan senjata. Itu dilakukan oleh orang-orang yang ingin menyalahkannya untuk itu," kata Putin seperti dikutip dari New York Times, Sabtu (3/6/2017).
Dia menambahkan bahwa intelijen Rusia memiliki informasi bahwa "skenario serupa" akan diterapkan di tempat lain di Suriah, termasuk di dekat Damaskus.
"Syukurlah, mereka cukup pintar untuk tidak melakukannya setelah kami merilis informasi tentang hal itu," katanya.
Serangan kimia di kota Khan Sheikhoun menyebabkan kegaduhan internasional setelah sejumlah gambar akibat serangan itu, termasuk anak-anak yang sekarat di rekam kamera, disiarkan secara luas.
Serangan ini memicu serangan rudal jelajah yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap sebuah pangkalan udara Suriah. AS menyatakan bahwa pangkalan udara tersebut dipakai untuk meluncurkan serangan senjata kimia ke Khan Sheikhoun yang menewaskan setidaknya 90 orang, termasuk anak-anak.
Putin mengatakan bahwa Rusia telah menawarkan kesempatan kepada AS dan sekutunya untuk memeriksa pangkalan udara tersebut untuk melacak zat kimia tersebut. Ia pun mengkritik mereka karena menolak untuk melakukannya.
Putin mengatakan pemeriksaan cepat pangkalan udara akan mengungkapkan jejak zat beracun jika memang telah berfungsi sebagai landasan untuk serangan tersebut sebagaimana dituduhkan oleh AS.
"Peralatan kontrol modern akan menunjukkan bahwa senjata kimia telah berada di pesawat atau lokasi tertentu di pangkalan. Tidak ada yang mau, ada banyak pembicaraan, tapi nol tindakan," kata Putin.
Putin mengatakan Assad bukan tanpa kesalahan tapi penyelidikan atas tindakan lawannya juga harus dikejar.
"Apakah Assad membuat kesalahan? Ya, cukup sedikit. Bagaimana dengan orang-orang yang menghadapinya? Apakah mereka malaikat? Siapa mereka yang membunuh orang di sana, mengeksekusi anak-anak? Apakah mereka orang yang harus kita dukung?" tanyanya.
Putin mengatakan bahwa dia ingin menghindari Suriah menemui nasib yang sama seperti Somalia atau Libya, di mana pasukan milisi berkuasa.
"Terutama, kami membela bukan Assad tapi negara Suriah. Kami tidak ingin melihat situasi di sana menjadi seperti di Libya, Somalia atau Afghanistan," katanya.
(ian)