AS Bunuh Ulama ISIS yang Halalkan Pemerkosaan Wanita Yazidi

Sabtu, 03 Juni 2017 - 09:02 WIB
AS Bunuh Ulama ISIS...
AS Bunuh Ulama ISIS yang Halalkan Pemerkosaan Wanita Yazidi
A A A
DAMASKUS - Seorang komandan ISIS bernama Turki al-Binali dilaporkan tewas akibat serangan udara Amerika Serikat (AS). Binali adalah sosok yang memberikan pembenaran menurut agama bagi kelompok teror tersebut untuk menjadikan perempuan "kafir" sebagai budak seks.

Seperti disitat dari Independent, Sabtu (3/6/2017), para pendukung ISIS telah memajang foto Binali di forum internal. Kemunculan foto Binali membuat dinas intelijen yang memantau media sosial menyimpulkan bahwa kemungkinan ia telah tewas.

Sebelumnya, Departemen Pertahanan AS mengkonfirmasi bahwa pasukan koalisi telah melakukan serangan udara terhadap fasilitas produksi propaganda ISIS di Irak dan Suriah akhir bulan lalu. Al-Binali dilaporkan terbunuh di kota Mayadin di Suriah dekat tempat serangan tersebut terjadi.

Pentagon menolak untuk mengkonfirmasi atau menolak apakah Binali telah terbunuh. Namun seorang pejabat intelijen AS tidak membantah kabar tersebut.

Banali adalah seorang ulama Bahrani yang memberikan pendapat religius kepada pimpinan ISIS dalam berbagai isu. Ia diketahui sebagai kepala Departemen Penelitian dan Fatah ISIS pada tahun 2014 saat kelompok tersebut mengeluarkan sebuah fatwa yang mengizinkan pemerkosaan terhadap wanita kafir. Ada lebih dari 3.000 wanita dan anak perempuan Yazidi yang ditangkap dari desa mereka pada bulan Agustus 2014.

Banyak dari wanita dan anak perempuan tersebut diambil sebagai budak seks, berulang kali diperkosa dan disiksa.

Binali digambarkan oleh ISIS sebagai "ideolog" dan sebagai "pemimpin spiritual." Dia disahkan untuk peran juru bicara dalam organisasi teroris pada tahun 2016, yang menyebabkan marjinalisasi dan pengungkungannya menjadi peran religius yang ketat dalam ISIS. Dia dilaporkan belum aktif terlibat dalam kegiatan propaganda ISIS resmi selama dua tahun.

AS telah memulai upaya untuk membidik pemimpin ISIS yang terlibat dalam penggunaan media sosial dan media lainnya yang bertanggung jawab untuk merekrut anggota baru baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
(ian)
Berita Terkait
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Mengapa ISIS Tak Pernah...
Mengapa ISIS Tak Pernah Menyerang Israel dan Amerika Serikat?
Bunuh Sandera AS, Dua...
Bunuh Sandera AS, Dua Algojo ISIS Mengaku Tidak Bersalah
Mengapa AS dan Aliansinya...
Mengapa AS dan Aliansinya Gagal Membendung Kebangkitan ISIS di Timur Tengah?
Anggota Grup Jagal ISIS...
Anggota Grup Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Akan Diekstradisi ke AS
Dua Anggota Tim Jagal...
Dua Anggota Tim Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Jalani Persidangan di AS
Berita Terkini
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
50 menit yang lalu
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
1 jam yang lalu
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
2 jam yang lalu
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
2 jam yang lalu
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
4 jam yang lalu
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved