Oposisi Tuding Rouhani Curangi Pemilu Iran
Selasa, 30 Mei 2017 - 13:07 WIB
Oposisi Tuding Rouhani Curangi Pemilu Iran
A
A
A
TEHERAN - Tokoh oposisi Iran, Ebrahim Raisi menuding Presiden Iran Hassan Rouhani telah berbuat curang saat pemilu yang berlangsung pada pertengahan Mei lalu. Raisi adalah lawan kuat Rouhani dalam pemilu Iran.
Raisi, yang merupakan tokoh kelompok konservatif Iran, dalam sebuah pernyataan meminta kepada pengadilan dan badan pengawas pemilihan untuk melakukan penyelidikan. Dia juga menuntut untuk diadakannya pemilu ulang.
"Merusak jumlah partisipasi masyarakat adalah hal yang tidak tepat. Tidak mengirimkan surat suara ke pusat-pusat di mana lawan pemerintah memiliki peluang mendapatkan suara sangat tidak tepat," kata Raisi.
"Saya meminta Dewan Wali, dan pengadilan agar tidak membiarkan hak rakyat diinjak-injak. Jika pemungutan suara ini tidak diperhatikan, maka kepercayaan rakyat akan rusak," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Selasa (30/5).
Dewan Wali adalah badan pemerintah yang bertugas untuk memilah calon Presiden, dan mengawasi pemilihan di Iran. Dewan ini diketahui telah menyetujui hasil dari pemilu, dimana Rouhani dipastikan akan kembali memimpin Iran untuk lima tahun ke depan.
Raisi, yang merupakan tokoh kelompok konservatif Iran, dalam sebuah pernyataan meminta kepada pengadilan dan badan pengawas pemilihan untuk melakukan penyelidikan. Dia juga menuntut untuk diadakannya pemilu ulang.
"Merusak jumlah partisipasi masyarakat adalah hal yang tidak tepat. Tidak mengirimkan surat suara ke pusat-pusat di mana lawan pemerintah memiliki peluang mendapatkan suara sangat tidak tepat," kata Raisi.
"Saya meminta Dewan Wali, dan pengadilan agar tidak membiarkan hak rakyat diinjak-injak. Jika pemungutan suara ini tidak diperhatikan, maka kepercayaan rakyat akan rusak," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Selasa (30/5).
Dewan Wali adalah badan pemerintah yang bertugas untuk memilah calon Presiden, dan mengawasi pemilihan di Iran. Dewan ini diketahui telah menyetujui hasil dari pemilu, dimana Rouhani dipastikan akan kembali memimpin Iran untuk lima tahun ke depan.
(esn)