Balas Dendam Serangan Udara AS, ISIS Bantai Warga Sipil

Jum'at, 26 Mei 2017 - 23:19 WIB
Balas Dendam Serangan...
Balas Dendam Serangan Udara AS, ISIS Bantai Warga Sipil
A A A
NEW YORK - PBB memperingatkan warga sipil "harus membayar harga" atas meningkatnya serangan udara terhadap ISIS. Kelompok teroris itu akan mencari pembalasan berdarah.

"Kami takut warga sipil berada dalam situasi yang semakin berbahaya saat serangan udara dan konflik darat meningkat, kemungkinan mengakibatkan lebih banyak korban, dan juga serangan balasan oleh ISIS terhadap daerah sipil berpenduduk padat," kata Komisioner Tinggu PBB untuk HAM, Zeid Ra'ad al-Hussein seperti dikutip dari Independent, Jumat (26/5/2017).

Ia juga mengutuk kelompok teroris tersebut karena menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia. ISIS juga secara brutal mencegah mereka meninggalkan daerah-daerah yang berada di bawah kendalinya.

"Ada sedikit keraguan bahwa ISIS terus-menerus membunuh dan membahayakan warga sipil, melakukan kejahatan perang tanpa ada kompromi apapun," katanya.

"Namun, juga jauh dari kenyataan bahwa prinsip-prinsip dasar hukum internasional dipatuhi dengan benar oleh semua angkatan udara yang terlibat dalam perang melawan ISIS. Warga sipil yang sama yang menderita pembekuan dan eksekusi hukuman tanpa pandang bulu oleh ISIS juga menjadi korban serangan udara yang meningkat," jelasnya.

Al-Hussein mengatakan jumlah kematian warga sipil dalam pemboman meningkat di Suriah, terutama di sekitar garis depan di Raqqa dan Deir Ezzor. Ini menunjukkan bahwa tindakan pencegahan yang tidak memadai mungkin telah dilakukan dalam serangan tersebut.

"Hanya karena ISIS menguasai area tidak berarti tindakan pencegahan tidak bisa dilakukan. Warga sipil harus selalu dilindungi, apakah mereka berada di daerah yang dikuasai ISIS atau oleh pihak lain," tegasnya.

Ia lantas mendesak semua negara yang mengoperasikan angkatan udara dalam perang saudara Suriah, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Rusia dan Suriah, untuk membedakan antara target militer yang sah dan warga sipil sebagaimana dipersyaratkan dalam hukum internasional.

Peringatan tersebut terjadi sehari setelah Komando Pusat AS mengkonfirmasi kematian lebih dari 100 warga sipil, termasuk anak-anak, dalam serangan udara di distrik al-Jadida di Mosul pada bulan Maret lalu.

Mereka berlindung di bangunan yang ditargetkan karena kehadiran penembak jitu ISIS di atap, atas perintah pasukan Irak yang tampaknya tidak menyadari adanya keluarga sipil di dalamnya.
(ian)
Berita Terkait
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
Pemberontak Gelar Serangan...
Pemberontak Gelar Serangan Kejutan Skala Besar di Suriah
ISIS Dituding Curi Ribuan...
ISIS Dituding Curi Ribuan Domba di Suriah untuk Membiayai Sel-sel Teror
Reaksi terhadap Transisi...
Reaksi terhadap Transisi Suriah dan Kekhawatiran Kembalinya ISIS
ISIS Sergap Konvoi Pasukan...
ISIS Sergap Konvoi Pasukan Rezim Suriah, 26 Orang Tewas
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Berita Terkini
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
23 menit yang lalu
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
1 jam yang lalu
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
2 jam yang lalu
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
3 jam yang lalu
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 jam yang lalu
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
5 jam yang lalu
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved