AS Bilang Manuver Rudal Balistik Terbaru Korut Mengganggu

Senin, 22 Mei 2017 - 08:41 WIB
AS Bilang Manuver Rudal...
AS Bilang Manuver Rudal Balistik Terbaru Korut Mengganggu
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) kecewa dan merasa terganggu dengan uji tembak rudal balistik terbaru Korea Utara (Korut) pada hari Minggu kemarin. Dewan Keamanan PBB pada hari ini (22/5/2017) akan menuntut Pyongyang untuk tidak mengulang manuver rudal balistik.

Gedung Putih mengatakan bahwa pemerintah AS menyadari adanya uji tembak rudal terbaru oleh Pyongyang.

”Kami sadar bahwa Korea Utara meluncurkan sebuah rudal balistik jarak menengah. Sistem ini, yang terakhir kali diuji pada bulan Februari, memiliki jarak yang lebih pendek dari rudal yang diluncurkan dalam tiga tes terakhir Korea Utara,” kata seorang pejabat Gedung Putih, seperti dikutip Reuters.

Baca: Korsel: Korut Kembali Menembakkan Rudal Balistik

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dalam sebuah wawancara dengan Fox News mengaku kecewa dengan manuver rudal rezim Kim Jong-un tersebut. ”Uji coba yang sedang berlangsung mengecewakan, mengganggu dan kami meminta mereka menghentikannya,” kata Tillerson.

Sementara itu, Jepang mengecam uji coba senjata berbahaya tetangganya tersebut. Tokyo menganggap tindakan Pyongyang tidak dapat ditolerir dan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

“Jepang tidak akan mentolerir aksi provokasi yang berulang oleh Korea Utara,” kata Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga dalam sebuah konferensi pers.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menghendaki uji coba rudal Korut menjadi isu pembahasan pada pertemuan puncak G-7 di Italia akhir bulan ini. ”Saya ingin melakukan diskusi menyeluruh mengenai hal ini di KTT G-7,” kata Abe.

Baca juga: Rezim Kim Jong-un Umumkan Tes Rudal Balistik Terbaru Sukses

Abe menambahkan bahwa sangat penting untuk bekerja sama dengan Rusia dan China dalam menangani masalah uji coba rudal Pyongyang.

Negara-negara Eropa juga mengecam manuver rezim Kim Jong-un kemarin. Kementerian Luar Negeri Jerman, misalnya, terang-terangan menyatakan bahwa tindakan Korut tak bisa diterima. ”Masyarakat internasional tidak boleh dan tidak terbiasa dengan tes seperti ini,” bunyi pernyataan kementerian itu.

“Kami mengecam keras uji coba rudal di Korea Utara,” lanjut kementerian itu melalui Twitter.
(mas)
Berita Terkait
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Korea Utara Marah Kapal...
Korea Utara Marah Kapal Selam Nuklir AS Muncul di Korea Selatan
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
3 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
3 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
4 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
5 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
6 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved