Lawatan Bersejarah, Trump Menuju Saudi Tanah Kelahiran Islam

Sabtu, 20 Mei 2017 - 04:04 WIB
Lawatan Bersejarah,...
Lawatan Bersejarah, Trump Menuju Saudi Tanah Kelahiran Islam
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump memulai lawatan perdananya ke luar negeri pada Jumat sore. Negara pertama yang jadi lokasi kunjungan bersejarah Trump adalah Arab Saudi, yang dikenal sebagai negeri lahirnya agama Islam.

Lawatan luar negeri Trump akan berlangsung delapan hari, di mana dua hari di antaranya akan dihabiskan di Saudi. Menurut sumber di pemerintah AS, Trump akan disambut karpet merah di Riyadh oleh pihak Kerajaan Arab Saudi. Jamuan steak dengan saus tomat juga disiapkan untuk Presiden Trump dan rombongannya.

Sosok Ibu Negara AS, Melania Trump, juga menjadi sorotan media terkait busana yang akan dikenakan. Belum ada pengumuman resmi dari pemerintah AS maupun Saudi bahwa Melania Trump akan mengenakan jilbab atau tidak selama berkunjung ke Riyadh.

Setelah Saudi, Trump dijadwalkan bertolak ke Israel dan Vatikan sebelum nantinya menghadiri pertemuan NATO di Belgia.

Hingga kini belum ada informasi resmi dari pemerintah Saudi soal jadwal kedatangan pesawat Air Force One pembawa Presiden Trump dan rombongannya.

Trump di masa lalu pernah terlibat perseteruan dengan pihak Kerajaan Arab Saudi, termasuk komentarnya yang menyebut Saudi dibalik serangan teror 11 September 2001 atau 9/11.

Namun, pihak Kerajaan Saudi melalui situs resminya menyatakan, bahwa Riyadh menati “lembaran baru” hubungan kedua negara. ”Sebuah acara yang sangat dinanti, yang pertama dari jenisnya dalam sejarah,” bunyi pernyataan Kerajaan Saudi, yang dilansir dari ABC, Sabtu (20/5/2017).

Ada sejumlah agenda penting dalam kunjungan Trump ke Saudi. Salah satunya, Trump akan menghadiri pertemuan puncak AS-Saudi, di mana kedua delegasi akan membahas tantangan bersama yang mereka hadapi seperti ISIS dan Iran. Pertemuan ini juga membahas kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi dan militer.

“Ini merupakan penanda penting untuk memperkuat kemitraan bersejarah antara dua negara,” kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir. Kunjungan Trump ini juga untuk mematangkan kesepakatan pembelian senjata AS senilai sekitar USD100 miliar. Kesepakatan ini sejatinya dirintitas di era pemerintahan Barack Obama.

Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud belum dipastikan akan ikut menyambut Presiden Trump atau tidak, mengingat kondisinya yang sudah tua. Kemungkinan besar, para petinggi kerajaan yang menyambut Trump adalah Putra Mahkota Mohammed bin Nayef dan Wakil Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
(mas)
Berita Terkait
Awal Mula Arab Saudi...
Awal Mula Arab Saudi Menjadi Sekutu Amerika Serikat
Inilah Alasan Mengapa...
Inilah Alasan Mengapa Banyak Pangeran Arab Kuliah di Amerika Serikat
Perkuat Kerja Sama,...
Perkuat Kerja Sama, Amerika Serikat akan Buat Rudal di Arab Saudi
8 Negara Mayoritas Muslim...
8 Negara Mayoritas Muslim yang Jadi Sekutu Amerika Serikat
Media AS: Arab Saudi...
Media AS: Arab Saudi Kibuli Amerika Serikat soal Minyak
Menlu Arab Saudi Ditelepon...
Menlu Arab Saudi Ditelepon Menlu Amerika Serikat, Ini Isinya
Berita Terkini
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
1 jam yang lalu
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
4 jam yang lalu
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
6 jam yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
6 jam yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
7 jam yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
8 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved