Parlemen Filipina Tolak Pemakzulan Duterte

Selasa, 16 Mei 2017 - 17:15 WIB
Parlemen Filipina Tolak...
Parlemen Filipina Tolak Pemakzulan Duterte
A A A
MANILA - Majelis Rendah Parlemen Filipina dilaporkan telah menolak tuntutan pemakzulan Presiden Rodrigo Duterte. Tuntutan pemakzulan Duterte disampaikan oleh politisi sayap kanan Filipina, Gary Alejano.
Tuntutan itu disampaikan Alejano pada bulan Maret lalu. Alejano mengajukan tuntutan pemakzulan terhadap Duterte atas dasar tuduhan mengkhianati kepercayaan publik, pelanggaran konstitusi sehubungan dengan pembunuhan massal selama operasi anti-narkoba, kegagalan untuk melindungi hak berdaulat negara dalam perselisihan di Laut China Selatan dan kegagalan untuk menyatakan kekayaan pribadi sebesar USD 40 juta.
Tuntutan tersebut dilaporkan ditolak oleh 42 anggota komite pengadilan Majelis Rendah Filipina karena kekurangan substansi, sementara komite pengadilan mengatakan kepada Alejano bahwa dia mungkin akan menghadapi tuntutan atas tuduhan palsu.
"Keluhannya (Alejano) tidak berdasar dan semua desas-desus. Semuanya tanpa otentikasi yang benar, dan dia mengakui dia tidak memiliki pengetahuan pribadi tentang apa yang ada dalam tuntutannya. Bagaimana bisa kita lanjutkan dengan itu?, "Kata ketua komite pengadilan Rey Umali, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (16/5).
Selama persidangan, Alejano ditanyai apakah dia telah menyaksikan pembunuhan itu sendiri. Alejano menjawab semua tuntutan yang dia sampaikan tersebut didasarkan pada laporan media dan pernyataan Duterte sendiri.
Duterte, dilantik sebagai presiden pada akhir Juni 2016 atas janji untuk menindak obat-obatan terlarang dan mengakhiri kejahatan terkait narkoba di negara tersebut. Tak lama setelah menjabat, Duterte meluncurkan kampanye anti-narkoba skala besar, dengan polisi membunuh ribuan orang selama operasi anti-narkoba. Kampanye tersebut telah banyak dikritik oleh pejabat internasional, termasuk Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra'ad Hussein.
(esn)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Filipina Sebut Pelaku...
Filipina Sebut Pelaku Pemboman di Jolo 2 Wanita, Salah Satunya WNI
Berita Terkini
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
27 menit yang lalu
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
1 jam yang lalu
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
1 jam yang lalu
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
2 jam yang lalu
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
11 jam yang lalu
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
12 jam yang lalu
Infografis
Gubernur Muzakir Manaf,...
Gubernur Muzakir Manaf, Mantan Panglima GAM yang Tolak 4 Pulau Aceh Masuk Sumut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved