Teror Ransomware, Israel: Serangan Siber Lebih Bahaya dari Rudal

Senin, 15 Mei 2017 - 13:59 WIB
Teror Ransomware, Israel:...
Teror Ransomware, Israel: Serangan Siber Lebih Bahaya dari Rudal
A A A
TEL AVIV - Militer Israel memperingatkan bahwa serangan siber lebih bahaya dari serangan rudal maupun bom. Komentar ini sebagai respons atas serangan Ransomware WannaCry terhadap sistem komputer di seluruh dunia.

Serangan siber global besar-besaran itu menggunakan alat mata-mata National Security Agency (NSA) yang dicuri kelompok peretas. Virus komputer itu telah memengaruhi sekitar 200.000 server Windows di ratusan negara, termasuk Indonesia.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melalui seorang pejabat seniornya mengatakan, serangan siber secara masif ini sudah menyiratkan bahwa senjata virtual lebih berbahaya dibanding senjata konvensional.

“Melumpuhkan infrastruktur Israel menggunakan serangan siber, misalnya, lebih parah daripada menggunakan rudal untuk menyerang pembangkit listrik,” kata pejabat IDF yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dikutip Jerusalem Post, Senin (15/5/2017).

“Serangan rudal atau bom akan menyebabkan beberapa jam pemadaman listrik, yang bisa dihentikan,” ujarnya.

Menurutnya, jaringan sipil jauh lebih rentan terhadap kejahatan siber daripada jaringan militer. ”Perlindungan jaringan internal IDF jauh lebih kuat daripada jaringan sipil manapun,” ujarnya. ”Tidak ada jaringan sipil terlindungi seperti jaringan militer.”

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan mengklaim infrastruktur negaranya tidak terpengaruh oleh serangan siber Ransomware WannaCry.

Sebelumnya, tak lama setelah serangan siber besar-besaran, sebagian besar jaringan server militer Israel dilaporkan kritis pada hari Minggu. Namun, menurut media setempat kondisi yang berlangsung hingga pukul 17.00 sore itu karena jaringan server militer Israel dalam status “pemeliharaan”, bukan karena serangan siber.

Serangan siber global dengan menggunakan alat hacking NSA yang dicuri telah menyasar jaringan komputer banyak perusahaan, rumah sakit dan pemerintah di banyak negara, termasuk AS, Rusia dan Indonesia. Para pelaku serangan meminta uang tebusan kepada instansi yang diserang jika tidak ingin file komputer-komputernya hilang.
(mas)
Berita Terkait
Apa Hubungan Amerika...
Apa Hubungan Amerika Serikat dengan Israel?
Pendudukan Kembali Gaza...
Pendudukan Kembali Gaza Pascaperang Israel-Hamas Ditolak Amerika Serikat
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
Kenapa Presiden Amerika...
Kenapa Presiden Amerika Serikat Selalu Pro-Israel?
Paul Findley: Amerika...
Paul Findley: Amerika Serikat adalah Dermawan Israel
Amerika Serikat dan...
Amerika Serikat dan Israel Digempur Serangan DDoS
Berita Terkini
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
34 menit yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
57 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
1 jam yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
3 jam yang lalu
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
3 jam yang lalu
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved