Netanyahu Yakinkan AS untuk Pindahkan Kedubes ke Jerusalem

Senin, 15 Mei 2017 - 06:29 WIB
Netanyahu Yakinkan AS...
Netanyahu Yakinkan AS untuk Pindahkan Kedubes ke Jerusalem
A A A
JERUSALEM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menanggapi pernyataan Sekretaris Negara Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson terkait pemindahaan kedubes AS di Israel. Presiden Donald Trump sebelumnya berjanji akan memindahkan kedubes AS dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Dalam acara Meet the Press, Tillerson mengatakan bahwa Presiden Donald Trump akan mempertimbangkan langkah tersebut. Namun demikian, Trump ingin terlebih dahulu memahami masalah tersebut.

"Presiden, saya pikir telah benar, telah mengambil pendekatan yang sangat deliberatif untuk memahami masalah itu sendiri, mendengarkan masukan dari semua pihak yang berkepentingan di wilayah ini, dan memahami tindakan seperti apa, dalam konteks inisiatif perdamaian, dampak apa yang akan terjadi terhadap sebuah langkah,"kata Tillerson.

Pemerintahan AS di masa lalu mengatakan bahwa mereka akan memindahkan kedutaan ke Yerusalem jika Palestina dan Israel berdamai. Pemerintah Trump tampaknya juga telah memutuskan untuk mengikuti jalan itu.

"Seperti yang Anda tahu, presiden baru-baru ini mengungkapkan pandangannya bahwa dia ingin melakukan banyak upaya untuk melihat apakah kami tidak dapat memajukan sebuah inisiatif perdamaian antara Israel dan Palestina," kata Tillerson.

"Jadi, saya pikir dalam ukuran besar presiden sangat berhati-hati untuk memahami bagaimana keputusan semacam itu akan berdampak pada proses perdamaian," jelasnya.

Kantor Netanyahu kemudian mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa pemerintah Trump telah lama mengetahui posisi mereka.

"Posisi Israel sering kali diekspresikan kepada pemerintah Amerika dan dunia," demikian pernyataan dari kantor perdana menteri tersebut seperti dikutip dari NBC News, Senin (15/5/2017).

"Pengalihan Kedutaan Amerika ke Yerusalem tidak akan membahayakan proses perdamaian, tapi sebaliknya, hal itu akan memajukannya dengan mengoreksi ketidakadilan historis dan dengan menghancurkan fantasi Palestina bahwa Jerusalem bukanlah ibu kota Israel," imbuhnya.

Selama kampanye pemilu presiden lalu, Trump telah berjanji untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, yang akan meningkatkan kebijakan negara itu di Timur Tengah. Para pemimpin Palestina mengatakan bahwa mereka akan menarik pengakuan mereka atas Israel sebagai sebuah negara jika pemerintah Trump menjalankan langkah tersebut.

Saat ini tidak ada negara yang memiliki kedutaan di Yerusalem, sementara 86 negara menempatkan konsulatnya di Tel Aviv.

AS telah menempatkan kedutaan besarnya di Tel Aviv sejak Israel terbentuk pada tahun 1947. AS menilai Yerusalem dianggap sebagai wilayah sengketa antara orang-orang Palestina dan Israel serta mempertimbangkan Ibu Kota untuk keduanya.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
Kenapa Presiden Amerika...
Kenapa Presiden Amerika Serikat Selalu Pro-Israel?
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
2 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
3 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
4 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
5 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
5 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
6 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved