Demonstran Anti-Maduro Serang Polisi dengan Tinja

Kamis, 11 Mei 2017 - 17:41 WIB
Demonstran Anti-Maduro...
Demonstran Anti-Maduro Serang Polisi dengan Tinja
A A A
CARACAS - Demo anti-Presiden Venezeula Nocholas Maduro semakin keras dan kotor. Para demonstran kini menggunakan kotoran manusia atau tinja sebagai senjata untuk menyerang polisi anti-huru-hara yang bersenjatakan gas air mata.

Demonstran pro-demokrasi yang berhadapan dengan polisi di Caracas ini menamakan senjata tinja dengan sebutan “koktail Poopootov”, tinja yang dijadikan senjata seperti layaknya bom molotov. Kotoran manusia dimasukkan dalam botol dan dilemparkan ke polisi dengan ketapel raksasa.

Bentrok demonstran dengan polisi itu terjadi Rabu (10/5/2017). Demonstran beraksi di lokasi yang mereka juluki sebagai “Sh*t March”.

“Mereka memiliki gas, kita memiliki kotoran,” bunyi pesan dalam gambar yang yang disebarkan para demonstran, termasuk di media sosial, yang dikutip IB Times, Kamis (11/5/2017).

Pesan itu telah viral di grup-grup WhatsApp Venezuela. Demonstran dalam pesannya memberikan instruksi dan saran selangkah demi selangkah untuk mengumpulkan “koktail Poopootov”.

Beberapa orang bersikeras untuk menghindari wadah kaca guna memastikan bahwa senjata kotoran manusia ini hanya untuk mempermalukan pasukan pro-Pemerintah Venezuela, bukan untuk melukai mereka.

Beberapa demonstran memilih botol plastik sebagai wadah senjata tinja mereka. Pesan-pesan dari demonstran itu menyuarakan kebebasan, seperti “Free Venezuela”, ”For the future”, ”For Venezuela”, ”This is you”, dan berbagai pesan lain.

Meski mempromosikan protes damai, sebagian demonstran tetap memilih menggunakan senjata berbahaya seperti batu, bom bensin, kembang api, hingga bantan bola baja untuk menyerang pasukan keamanan Venezuela.

Sejak demonstrasi awal April, sudah 39 orang orang tewas, termasuk pemrotes, simpatisan pemerintah, pengamat, dan pasukan keamanan. Ratusan orang lainnya juga terluka dan ditangkap. Presiden Maduro mengklaim bahwa musuhnya menghendaki kudeta atas dukungan Amerika Serikat.

Demo besar di Venezuela dipicu oleh krisis ekonomi yang semakin parah. Makanan dan obat-obatan di negara itu mulai langka, namun pemerintah Maduro belum bisa mengatasi masalah ini.
(mas)
Berita Terkait
Aksi Solidaritas untuk...
Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Depan Kedubes AS di Jakarta
Diam-diam, Sekutu Maduro...
Diam-diam, Sekutu Maduro dan Guaido Lakukan Pembicaraan Rahasia
Negara Ini Kaya Minyak,...
Negara Ini Kaya Minyak, tapi Rakyatnya Miskin dan Menderita
Terlalu Sering Menjilat,...
Terlalu Sering Menjilat, AS Kecam Pemenang Nobel Venezuela sebagai Perusak
Mahkamah Agung Inggris...
Mahkamah Agung Inggris Tolak Klaim Maduro Atas Emas Venezuela
Venezuela Tukar Emas...
Venezuela Tukar Emas dengan Dolar, Dibantu UEA, Mali dan Pesawat Rusia
Berita Terkini
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
31 menit yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
1 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
2 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
3 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
4 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved