Rouhani Tuding Garda Revolusi Coba Sabotase Kesepakatan Nuklir

Sabtu, 06 Mei 2017 - 15:10 WIB
Rouhani Tuding Garda...
Rouhani Tuding Garda Revolusi Coba Sabotase Kesepakatan Nuklir
A A A
TEHERAN - Presiden Iran, Hassan Rouhani, menuduh Garda Revolusi mencoba untuk menyabotase kesepakatan nuklirnya dengan pihak barat. Tudingan itu merujuk pada uji coba rudal balistik dengan pesan provokatif anti Israel yang ditulis di atasnya.

Hal itu diungkapkan Rouhani dalam sebuah debat presiden yang disiarkan stasiun televisi Iran. Rouhani mencoba untuk mempertahankan kekuasaanya dalam pemilu yang akan dihelat pada 19 Mei mendatang.

"Kami melihat apa yang mereka lakukan untuk mengganggu Barjam. Mereka menulis pesan di rudal tersebut sehingga kami tidak dapat memetik manfaatnya," kata Rouhani mengacu pada akronim Persia untuk perjanjian nuklir penting tersebut seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (6/5/2017).

Rouhani merujuk pada uji coba dua rudal balistik pada bulan Maret 2016, hanya dua bulan setelah sanksi dicabut. Dalam uji coba itu, rudal balistik tersebut ditulis pesan dalam bahasa Ibrani: "Israel harus lenyap dari halaman sejarah."

Ini adalah kritik langka terhadap tindakan Garda Revolusi di depan umum. Pernyataan ini sekaligus menggarisbawahi sikap frustasi ulama moderat itu terhadap badan-badan Iran yang paralel, badan non pemerintah

Rouhani juga meminta para pesaingnya untuk memberi tahu pemilih apa yang akan mereka lakukan dengan kesepakatan tersebut dan bagaimana mereka akan menghadapi masyarakat internasional.

"Apa yang Anda lakukan di balik layar (saat kami bernegosiasi)," tanya Rouhani. "Beberapa lawan mengatakan banyak omong kosong, mereka mengikuti jejak kaum Wahhabi, Zionis dan orang-orang garis keras Amerika dalam menentang kesepakatan tersebut. Anda menentang kesepakatan sejak awal dan ketika Trump menjabat, Anda bersorak bahwa dia akan merobeknya. Sampai kesepakatan batal."

Rouhani menambahkan: "Jika kita tidak memiliki kesepakatan, ekspor minyak kita sekitar dua juta barel per hari akan berkurang menjadi 200.000 barel per hari. Orang harus tahu apakah Anda akan mengembalikan sanksi dan konfrontasi."
(ian)
Berita Terkait
Berbicara di New York,...
Berbicara di New York, Ebrahim Raisi Persilakan PBB Cek Nuklir Iran
Menlu Iran: Beberapa...
Menlu Iran: Beberapa Kesepakatan Dicapai dalam Perundingan dengan Arab Saudi
Perundingan Nuklir Iran...
Perundingan Nuklir Iran dengan AS di Roma Berjalan Konstruktif
Iran Umumkan Perundingan...
Iran Umumkan Perundingan Nuklir dengan Rusia dan China
Arab Saudi Tekan Iran...
Arab Saudi Tekan Iran Terlibat dalam Perundingan Nuklir Wina
Trump Kirim Surat Permintaan...
Trump Kirim Surat Permintaan Perundingan Nuklir, Iran Tolak Mentah-mentah
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
2 jam yang lalu
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
3 jam yang lalu
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
3 jam yang lalu
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
6 jam yang lalu
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
8 jam yang lalu
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
8 jam yang lalu
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved