Temui Wapres AS, Menlu Garis Bawahi Kemitraan yang Saling Menguntungkan

Jum'at, 05 Mei 2017 - 13:54 WIB
Temui Wapres AS, Menlu...
Temui Wapres AS, Menlu Garis Bawahi Kemitraan yang Saling Menguntungkan
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Retno Marsudi, melakukan kunjungan kehormatan kepada Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Mike Pence. Dalam kesempatan itu, Menlu Retno menggarisbawahi kemitraan yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

“Indonesia siap perluas dan perkuat kerjasama yang saling menguntungkan dengan Amerika Serikat di berbagai bidang,” tegas Menlu Retno dalam rilis yang diterima Sindonews, Jumat (5/5/2017).

Kunjungan kehormatan kepada Wapres Pence dilakukan guna menindaklanjuti hasil kunjungan Pence ke Jakarta pada 20-21 April yang lalu. Dalam kunjungan tersebut, salah satu hal penting yang menjadi komitmen tindak lanjut pertemuan Presiden Jokowi dan Pence adalah penjajakan mekanisme bilateral dalam bidang perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan bagi Indonesia dan AS.

“Hubungan Perdagangan Indonesia dan AS bersifat komplementari sehingga potensi pengembangan kerjasama perdagangan diantara kedua negara sangat terbuka lebar,” ungkap Menlu.

Bagi Indonesia, AS adalah salah satu pangsa pasar terbesar bagi produk ekspor Indonesia dengan nilai USD 15,68 miliar (11,94 % market share) pada tahun 2016. Di saat yang sama, Indonesia dengan 250 juta penduduk dan jumlah kelas menengah yang terus bertambah adalah pasar besar bagi produk AS.

AS merupakan mitra dagang RI terbesar ke-4. Pada 2016, nilai perdagangan bilateral RI-AS tercatat sebesar USD23,4 Miliar. AS adalah investor asing peringkat ke-6 di Indonesia dengan nilai investasi USD1,16 milyar yang tersebar dalam 540 proyek

Selain itu, Menlu juga membahas upaya kerjasama strategis Indonesia-AS untuk menanggulangi terorisme dan radikalisme melalui pendekatan soft power. Dengan jumlah penduduk lebih dari 223 juta Muslim yang moderat, toleran dan demokratis (87,18% dari seluruh total penduduk Indonesia), terbesar di dunia, Indonesia memiliki kredensial besar dalam memimpin upaya global dalam melawan ideologi radikal.

Persepsi global yang mengkaitkan tindakan terorisme dengan ajaran dan agama tententu harus diluruskan karena tidak akan menyelesaikan masalah bahkan berpotensi menimbulkan masalah yang lebih luas.

“Indonesia adalah contoh nyata bahwa tindakan terorisme tidak terkait dengan agama tertentu. Islam di Indonesia memberikan pesan perdamaian dan toleransi dan mencerminkan Islam sebagai rahmat bagi semua umat,” tutur Menlu Retno.

Pembahasan terkait hal ini, menyusul pernyataan Pence dalam kesempatan kunjungannya ke Indonesia April lalu, yang menyampaikan kekagumannya atas budaya toleransi dan wajah Islam moderat di Indonesia. Pence kembali memuji kebinekaan dan toleransi di Indonesia saat bertemu dengan Menlu Retno dan menyampaikan kekaguman yang dialami saat di Jakarta ke berbagai pihak di AS.

Dalam kaitan ini, Menlu Retno menyampaikan bahwa nilai-nilai pluralisme dan toleransi merupakan soft power dan modal utama dalam membendung idiologi radikal dan terorisme. Bagi Indonesia, upaya mendorong nilai toleransi dan harmoni serta melawan ideologi radikal terorisme yang bertentangan dengan nilai kebhinekaan, kemajemukan dan jati diri Indonesia adalah bagian dari kepentingan nasional.

“Nilai-nilai pluralisme dan toleransi merupakan asset bangsa Indonesia yang sangat dikagumi oleh bangsa lain, termasuk oleh AS. Kita harus bangga dan terus menjaga nilai luhur bangsa yang menjunjung tinggi toleransi dan pluralisme,” cetus Menlu.

Terkait perkembangan di kawasan, kedua pemimpin membahas mengenai situasi di Semenanjung Korea yang sedang memanas. AS harus terus memberikan sumbangan yang konstruktif bagi upaya untuk menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan sangat penting menyusul situasi terkini yang berkembang di Semenanjung Korea.

“Tidak ada negara yang diuntungkan jika konflik terjadi di kawasan kita. Tidak ada pilihan lain bagi semua negara kecuali harus menahan diri dan tidak melakukan tindakan provokasi sekecil apapun” tutup Menlu.
(ian)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Khawatir Agresivitas...
Khawatir Agresivitas China, Amerika Serikat Dekati Indonesia
Amerika Serikat Dukung...
Amerika Serikat Dukung Indonesia Jadi Anggota FATF
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Amerika Serikat Vs Indonesia
BRICS Menambah Indonesia,...
BRICS Menambah Indonesia, Waspadai Ancaman Amerika Serikat
Berita Terkini
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
1 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
2 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
2 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
3 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
4 jam yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
5 jam yang lalu
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved