Duterte Sebut Kim Jong-un Ingin Mengakhiri Dunia
Sabtu, 29 April 2017 - 23:37 WIB
Duterte Sebut Kim Jong-un Ingin Mengakhiri Dunia
A
A
A
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mendesak Amerika Serikat (AS) untuk menahan diri setelah Korea Utara (Korut) melakukan uji coba rudal terbaru. Ia meminta AS untuk tidak ikut dalam alur permainan pemimpin Korut, Kim Jong-un, yang ingin mengakhiri dunia.
Duterte yang terkenal blak-blakan mengatakan bahwa kawasan Asia Tenggara sangat khawatir dengan ketegangan antara AS dan Korut, jika salah langkah akan menjadi malapetaka. Jika hal itu terjadi, Asia akan menjadi korban pertama perang nuklir.
AS, Jepang, Korea Selatan (Korsel) dan China, kata Duterte, bertengkar dengan seorang pria yang senang dengan prospek menembakkan rudal.
Duterte adalah ketua Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) saat ini dan dijadwalkan berbicara melalui telepon dengan Presiden AS Donald Trump. Dia bilang dia akan mendesak Trump untuk tidak berkonfrontasi dengan Kim.
"Tampaknya ada dua negara yang bermain dengan mainan mereka dan mainan tersebut tidak benar-benar untuk menghibur," katanya dalam sebuah konferensi pers setelah KTT ASEAN di Manila, merujuk pada Washington dan Pyongyang.
"Anda tahu bahwa mereka bermain dengan seseorang yang rela melepaskan misil dan segalanya. Saya tidak ingin masuk ke dalam pikirannya (Jong-un) karena saya benar-benar tidak tahu apa yang ada di dalamnya tapi dia meletakkan ibu bumi, planet ini ke tepi," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (29/4/2017).
Korut melakukan uji coba rudal balistik tadi pagi tidak lama setelah Sekretaris Negara AS Rex Tillerson memperingatkan bahwa kegagalan untuk mengekang program rudal nuklir dan balistik Pyongyang dapat menyebabkan "konsekuensi bencana".
Perwira AS dan Korsel mengatakan bahwa tes tersebut tampaknya gagal, yang akan menjadi uji coba rudal keempat berturut-turut yang tidak berhasil sejak bulan Maret.
Duterte mengatakan sebagai pihak yang bertangung jawab AS seharusnya tidak membuat provokasi terhadap Kim Jong-un. Ia meyakini jika Trump telah memperingatkan militernya agar tidak membiarkan situasi tidak terkendali.
"Siapa saya harus mengatakan bahwa Anda harus berhenti? Tapi saya akan mengatakan 'Tuan Presiden, tolong pastikan bahwa tidak ada perang karena wilayah saya akan sangat menderita'," kata Duterte.
"Saya hanya akan berkomunikasi dengan (Trump), 'biarkan dia bermain ... jangan jatuh ke tangannya'," imbuhnya.
Dia menambahkan: "Orang itu (Jong-un) hanya ingin mengakhiri dunia, itulah mengapa dia sangat bahagia, dia selalu tersenyum, tapi dia benar-benar ingin menyelesaikan segalanya dan dia ingin menarik kita semua."
Duterte yang terkenal blak-blakan mengatakan bahwa kawasan Asia Tenggara sangat khawatir dengan ketegangan antara AS dan Korut, jika salah langkah akan menjadi malapetaka. Jika hal itu terjadi, Asia akan menjadi korban pertama perang nuklir.
AS, Jepang, Korea Selatan (Korsel) dan China, kata Duterte, bertengkar dengan seorang pria yang senang dengan prospek menembakkan rudal.
Duterte adalah ketua Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) saat ini dan dijadwalkan berbicara melalui telepon dengan Presiden AS Donald Trump. Dia bilang dia akan mendesak Trump untuk tidak berkonfrontasi dengan Kim.
"Tampaknya ada dua negara yang bermain dengan mainan mereka dan mainan tersebut tidak benar-benar untuk menghibur," katanya dalam sebuah konferensi pers setelah KTT ASEAN di Manila, merujuk pada Washington dan Pyongyang.
"Anda tahu bahwa mereka bermain dengan seseorang yang rela melepaskan misil dan segalanya. Saya tidak ingin masuk ke dalam pikirannya (Jong-un) karena saya benar-benar tidak tahu apa yang ada di dalamnya tapi dia meletakkan ibu bumi, planet ini ke tepi," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (29/4/2017).
Korut melakukan uji coba rudal balistik tadi pagi tidak lama setelah Sekretaris Negara AS Rex Tillerson memperingatkan bahwa kegagalan untuk mengekang program rudal nuklir dan balistik Pyongyang dapat menyebabkan "konsekuensi bencana".
Perwira AS dan Korsel mengatakan bahwa tes tersebut tampaknya gagal, yang akan menjadi uji coba rudal keempat berturut-turut yang tidak berhasil sejak bulan Maret.
Duterte mengatakan sebagai pihak yang bertangung jawab AS seharusnya tidak membuat provokasi terhadap Kim Jong-un. Ia meyakini jika Trump telah memperingatkan militernya agar tidak membiarkan situasi tidak terkendali.
"Siapa saya harus mengatakan bahwa Anda harus berhenti? Tapi saya akan mengatakan 'Tuan Presiden, tolong pastikan bahwa tidak ada perang karena wilayah saya akan sangat menderita'," kata Duterte.
"Saya hanya akan berkomunikasi dengan (Trump), 'biarkan dia bermain ... jangan jatuh ke tangannya'," imbuhnya.
Dia menambahkan: "Orang itu (Jong-un) hanya ingin mengakhiri dunia, itulah mengapa dia sangat bahagia, dia selalu tersenyum, tapi dia benar-benar ingin menyelesaikan segalanya dan dia ingin menarik kita semua."
(ian)