Diplomat Jepang, Korsel, AS Bahas Masalah Nuklir Korut
Minggu, 23 April 2017 - 14:02 WIB
Diplomat Jepang, Korsel, AS Bahas Masalah Nuklir Korut
A
A
A
TOKYO - Diplomat tingkat tinggi dari Jepang, Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan melakukan pertemuan di Tokyo. Pertemuan trilateral itu diyakini membahas masalah program nuklir Korea Utara (Korut) dan ketidakstabilan di wilayah tersebut.
Menurut kantor berita Yonhap, pertemuan tersebut dihadiri perwakilan khusus untuk urusan perdamaian dan keamanan Semenanjung Korea di Kementerian Luar Negeri Korea Selatan Kim Hong-kyun, serta Joseph Yun (AS) dan Kenji Kanasugi (Jepang). Ketiganya akan melakukan pembicaraan yang dijadwalkan pada hari Selasa di Tokyo seperti dikutip dari Sputniknews, Minggu (23/4/2017).
Kantor berita tersebut menambahkan bahwa para diplomat akan fokus pada tindakan terkait dengan kegiatan Pyongyang yang dapat menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut.
Ketegangan di semenanjung Korea telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir setelah uji coba nuklir dan peluncuran rudal yang dilakukan oleh Pyongyang. Pyongyang dianggap telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.
Masyarakat internasional telah mengutuk langkah Pyongyang dan AS bahkan telah mengirim sebuah kelompok kapal penyerang yang dipimpin oleh kapal induk USS Carl Vinson ke wilayah tersebut. Setelah laporan media bahwa Washington menyetujui sebuah serangan militer terhadap Pyongyang jika Korut melakukan uji senjata nuklir lagi, rezim komunis Korut memperingatkan bahwa mereka siap untuk menanggapi tindakan AS tersebut.
Menurut kantor berita Yonhap, pertemuan tersebut dihadiri perwakilan khusus untuk urusan perdamaian dan keamanan Semenanjung Korea di Kementerian Luar Negeri Korea Selatan Kim Hong-kyun, serta Joseph Yun (AS) dan Kenji Kanasugi (Jepang). Ketiganya akan melakukan pembicaraan yang dijadwalkan pada hari Selasa di Tokyo seperti dikutip dari Sputniknews, Minggu (23/4/2017).
Kantor berita tersebut menambahkan bahwa para diplomat akan fokus pada tindakan terkait dengan kegiatan Pyongyang yang dapat menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut.
Ketegangan di semenanjung Korea telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir setelah uji coba nuklir dan peluncuran rudal yang dilakukan oleh Pyongyang. Pyongyang dianggap telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.
Masyarakat internasional telah mengutuk langkah Pyongyang dan AS bahkan telah mengirim sebuah kelompok kapal penyerang yang dipimpin oleh kapal induk USS Carl Vinson ke wilayah tersebut. Setelah laporan media bahwa Washington menyetujui sebuah serangan militer terhadap Pyongyang jika Korut melakukan uji senjata nuklir lagi, rezim komunis Korut memperingatkan bahwa mereka siap untuk menanggapi tindakan AS tersebut.
(ian)