Venezuela Minta Kolombia Pulangkan 3 Desertir Militer
Minggu, 23 April 2017 - 13:03 WIB
Venezuela Minta Kolombia Pulangkan 3 Desertir Militer
A
A
A
CARACAS - Menteri luar negeri Venezuela meminta Kolombia untuk mengembalikan tiga perwira militer yang mencari suaka politik di negara tetangga tersebut. Desakan itu terjadi di tengah aksi demonstrasi anti Presiden Nicholan Maduro yang telah berlangsung selama sepakan terakhir. Setidaknya 22 orang tewas akibat gejolak tersebut.
Desersi militer diyakini merupakan yang pertama sejak Maduro berkuasa pada tahun 2013. Menurut pengamat ini dapat mengindikasikan melemahnya dukungan bagi Presiden yang ditentang di dalam angkatan bersenjata seperti dikutip dari CNN, Minggu (23/4/2017).
Menteri Luar Negeri, Delcy Rodriguez mengatakan, tiga tentara nasional Angkatan Bersenjata Bolivarian Venezuela meninggalkan negara itu pada akhir Maret. Belakangan diketahui jika ketiganya meminta suaka politik di Kolombia.
Rodriguez mengatakan bahwa dia meminta rekannya dari Kolombia, Maria Angela Holguin, dan Menteri Pertahanan ,Luis Carlos Villegas, untuk memulangkan ketiga tentara tersebut.
"Suaka politik tidak diberikan kepada perwira militer atau desertir yang secara terbuka menyerukan untuk kudeta terhadap Presiden Maduro melalui video," kata Rodriguez kepada jaringan televisi milik negara VTV.
Rodriguez mungkin merujuk pada sebuah video yang diedarkan secara luas di media sosial di mana tiga orang letnan mengatakan mereka tidak lagi menganggap Maduro sebagai komandan dan presiden. Ketiganya juga mengingatkan kemungkinan terjadinya perang saudara.
Belum ada reaksi langsung dari pihak berwenang Kolombia terkait permintaan Venezuela ini.
Bentrokan antara pendukung oposisi dan pendukung Maduro telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Oposisi menginginkan Maduro untuk mundur, menuduhnya mengikis demokrasi.
Maduro telah mencap para pemrotes sebagai "pengacau dan teroris." Maduro juga menggunakan pasukan keamanan untuk menembakkan meriam air dan gas air mata kepada demonstran.
Desersi militer diyakini merupakan yang pertama sejak Maduro berkuasa pada tahun 2013. Menurut pengamat ini dapat mengindikasikan melemahnya dukungan bagi Presiden yang ditentang di dalam angkatan bersenjata seperti dikutip dari CNN, Minggu (23/4/2017).
Menteri Luar Negeri, Delcy Rodriguez mengatakan, tiga tentara nasional Angkatan Bersenjata Bolivarian Venezuela meninggalkan negara itu pada akhir Maret. Belakangan diketahui jika ketiganya meminta suaka politik di Kolombia.
Rodriguez mengatakan bahwa dia meminta rekannya dari Kolombia, Maria Angela Holguin, dan Menteri Pertahanan ,Luis Carlos Villegas, untuk memulangkan ketiga tentara tersebut.
"Suaka politik tidak diberikan kepada perwira militer atau desertir yang secara terbuka menyerukan untuk kudeta terhadap Presiden Maduro melalui video," kata Rodriguez kepada jaringan televisi milik negara VTV.
Rodriguez mungkin merujuk pada sebuah video yang diedarkan secara luas di media sosial di mana tiga orang letnan mengatakan mereka tidak lagi menganggap Maduro sebagai komandan dan presiden. Ketiganya juga mengingatkan kemungkinan terjadinya perang saudara.
Belum ada reaksi langsung dari pihak berwenang Kolombia terkait permintaan Venezuela ini.
Bentrokan antara pendukung oposisi dan pendukung Maduro telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Oposisi menginginkan Maduro untuk mundur, menuduhnya mengikis demokrasi.
Maduro telah mencap para pemrotes sebagai "pengacau dan teroris." Maduro juga menggunakan pasukan keamanan untuk menembakkan meriam air dan gas air mata kepada demonstran.
(ian)