Keputusan OPCW Soal Serangan Senjata Kimia Bikin Rusia Kecewa

Jum'at, 21 April 2017 - 10:52 WIB
Keputusan OPCW Soal...
Keputusan OPCW Soal Serangan Senjata Kimia Bikin Rusia Kecewa
A A A
MOSKOW - Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW) menyepakati draft keputusan untuk melakukan penyelidikan baru dugaan serangan senjata kimia di Suriah. Keputusan itu dilakukan melalui mekanisme voting atau pemungtan suara.

Menanggapi hal ini sekutu Suriah, Rusia, melalui Kementerian Luar Negerinya mengaku kecewa. Rusia menilai draft keputusan tersebut dilakukan di bawah diksi yang tidak masuk akal dan sangat tidak meyakinkan.

Sebelumnya, OPCW mengatakan pertemuan untuk memberikan suara atas usulan yang diajukan oleh Rusia dan Iran segera setelah penyelidikan penuh atas serangan 4 April lalu di Idlib, Suriah. Menurut delegasi Inggris ke OPCW, dewan eksekutif organisasi telah "sangat menolak" usulan tersebut.

"Hasil pemungutan suara yang baru saja terjadi membuat kita kesal. Harus dikatakan secara langsung bahwa proposal yang menentang tersebut berasal dari kelompok Barat," kata perwakilan tetap dan duta besar Rusia untuk OPCW, Alexander Shulgin, seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (21/4/2017).

Shulgin mempertanyakan kredibilitas investigasi yang sedang berlangsung yang dilakukan oleh OPCW. Pasalnya, invetigasi tersebut tidak jelas dilakukan di mana, bagaiman, dan kapal sampel mereka dipilih, terutama karena misi pencari fakta itu sendiri tidak pernah diserahkan ke Suriah.

"Kenyataan bahwa delegasi beberapa negara, terutama dari kelompok Barat, selalu menghindari penggunaan solusi yang diajukan oleh kita dan orang-orang Iran, menunjukkan bahwa mereka sebenarnya tidak tertarik untuk membangun kebenaran," cetus Shulgin, menambahkan bahwa Rusia bersedia mengambil tindakan yang dianggap perlul untuk menjelaskan apa yang terjadi di Khan Sheikhun.

Direktur Jenderal OPCW Ahmet Uzumcu mengatakan pada hari Rabu bahwa misi pencarian fakta organisasi dari penyelidikan terhadap serangan kimia telah menemukan jejak gas sarin di tubuh korban.

Baca juga:
OPCW Pastikan Gas Sarin Digunakan dalam Serangan Idlib
(ian)
Berita Terkait
Apakah Rusia Dukung...
Apakah Rusia Dukung Bashar al-Assad?
Kecam Invasi Israel...
Kecam Invasi Israel ke Suriah, Rusia Tarik Aset Militernya
Diburu Pasukan Pemerintah,...
Diburu Pasukan Pemerintah, Loyalis Bashar Al Assad Bersembunyi di Pangkalan Udara Rusia
Rusia Akui Uji Coba...
Rusia Akui 'Uji Coba' Tank T-14 Armata di Suriah
Operasi Khusus Rusia-Suriah...
Operasi Khusus Rusia-Suriah Bebaskan Pasukan yang Ditawan Pemberontak
Rusia Tegaskan Barat...
Rusia Tegaskan Barat Dukung Para Teroris di Suriah
Berita Terkini
Penerbangan Netanyahu...
Penerbangan Netanyahu ke AS Melintasi Wilayah Udara Negara-negara Anggota ICC
4 menit yang lalu
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
1 jam yang lalu
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
2 jam yang lalu
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
2 jam yang lalu
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
3 jam yang lalu
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
3 jam yang lalu
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved