PBB Pantau Aksi Mogok Makan Lebih dari 1.000 Tahanan Palestina

Kamis, 20 April 2017 - 11:42 WIB
PBB Pantau Aksi Mogok...
PBB Pantau Aksi Mogok Makan Lebih dari 1.000 Tahanan Palestina
A A A
NEW YORK - PBB menyatakan akan terus mengawasi aksi mogok makan 1.100 warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel. PBB juga menyerukan agar semua pihak menahan diri karena aksi kekerqasan yang melibatkan para pendukung tahanan telah terjadi di Tepi Barat.

Aksi mogok makan mulai dilakukan pada awal pekan ini oleh Marwan Barghouti, pemimpin pemberontakan Intifada yang dipenjara karena dianggap teroris oleh Israel. Barghouti melakukan aksi mogok makan untuk menekan pejabat Israel agar memberikan tawanan akses telepon dan perawatan medis yang lebih baik serta memenuhi tuntutan lainnya.

"Kami sangat menyadari situasi dan mengikuti perkembangan secara intensif. Kami meminta semua pihak untuk menahan diri secara maksimal," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.

"Sebagai sebuah masalah yang prinsipil, dimanapun itu, kami selalu meminta agar narapidana diperlakukan dengan cara yang manusiawi," tambahnya seperti dikutip dari Sputniknews, Kamis (20/4/2017).

Barghouti, pendiri Brigade Martir Al-Aqsa dan mantan kepala sayap bersenjata Tanzim Fatah, ditahan di sel isolasi di Penjara Kishon setelah dipindahkan dari Penjara Hadarim. Fatah adalah partai politik sekuler nasionalis yang sebelumnya dikenal sebagai gerakan Pembebasan Nasional Palestina.

Barghouti dijatuhi lima hukuman seumur hidup karena terlibat dalam empat serangan teror, lima tuduhan pembunuhan dan satu percobaan pembunuhan, yang mana ia dijatuhi hukuman tambahan selama 40 tahun.

Mengutip sebuah artikel Barghouti yang diterbitkan di New York Times yang menjelaskan pemogokan tersebut, perwakilan petugas Israel mengumumkan bahwa pemogok akan dihukum.

Dia menulis, "Tahanan Palestina dan tahanan telah menderita penyiksaan, perlakuan tidak manusiawi dan merendahkan martabat manusia, dan kelalaian medis. Beberapa telah terbunuh saat berada dalam tahanan. Menurut jumlah terbaru dari Klub Tahanan Palestina, sekitar 200 tahanan Palestina telah meninggal sejak tahun 1967 karena tindakan tersebut. Tahanan Palestina dan keluarga mereka juga tetap menjadi sasaran utama kebijakan Israel untuk memberlakukan hukuman kolektif."

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Selasa, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mencerca karakterisasi Barghouti sebagai pemimpin. Ia menyebut narapidana yang melaukan mogok sebagai "pembunuh dan teroris".

Juru bicara Penjara Penjara Israel Assaf Librati mengatakan pada hari Selasa bahwa, "Dinas Penjara telah mulai melakukan tindakan disipliner terhadap para pemogok, dan di samping itu sejumlah tahanan telah dipindahkan ke sayap yang terpisah. Perlu ditekankan bahwa Dinas Penjara tidak tidak akan bernegosiasi dengan narapidana. "
(ian)
Berita Terkait
Biadab, Israel Bunuh...
Biadab, Israel Bunuh 172 Warga Palestina Sejak Awal Tahun 2023
Pakar PBB Kecam Hukuman...
Pakar PBB Kecam Hukuman Kolektif pada Rakyat Palestina oleh Israel
Palestina Tempuh Langkah...
Palestina Tempuh Langkah Hukum Internasional Lawan Israel
PBB Desak Israel Batalkan...
PBB Desak Israel Batalkan Rencana Caplok Wilayah Palestina
Presiden PBB: Dua Negara,...
Presiden PBB: Dua Negara, Solusi Tunggal Selesaikan Konflik Israel-Palestina
Sederet Fakta Mundurnya...
Sederet Fakta Mundurnya Direktur HAM PBB
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
4 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
6 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
7 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
8 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
9 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
11 jam yang lalu
Infografis
Kucing Caracal Serang...
Kucing Caracal Serang Tentara Israel, Dipuji Lebih Membela Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved