PBB Kutuk Serangan Terhadap Bus Pengungsi Suriah
Senin, 17 April 2017 - 05:28 WIB
PBB Kutuk Serangan Terhadap Bus Pengungsi Suriah
A
A
A
NEW YORK - PBB mengutuk serangan terhadap 5.000 pengungsi yang akan dipindahkan ke wilayah yang dikuasai oleh pemerintah Suriah. Serangan bom tersebut menewaskan 126 orang, termasuk 68 anak-anak.
"Kami mengutuk serangan di Rasyidin, barat Aleppo, terhadap 5.000 pengungsi yang dalam perjalanan dari kota-kota Foah dan Kefraya ke daerah-daerah yang dikuasai pemerintah," kata Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dalam sebuah pernyataan.
"Kami menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga korban insiden tersebut dan berharap mereka yang terluka cepat sembuh," imbuhnya seperti dikutip dari Xinhua, Senin (17/4/2017).
Dujarric mengungkapkan evakuasi terhadap penduduk sipil sedang dilakukan sesuai dengan Perjanjian Empat Kota meliputi Foah, Kefraya, Madaya dan Zabadani.
"Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menjamin keselamatan dan keamanan orang-orang yang menunggu untuk dievakuasi," katanya, menambahkan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas serangan ini harus dibawa ke pengadilan.
Serangan bom yang terjadi pada Sabtu lalu itu menargetkan titik pertemuan dari bus mengangkut pengungsi Syiah dari dua kota pro-pemerintah di Suriah utara.
Ledakan, yang dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri mengendarai truk kentang, mengguncang daerah Rasyidin yang dikuasai pemberontak di provinsi Aleppo.
"Kami mengutuk serangan di Rasyidin, barat Aleppo, terhadap 5.000 pengungsi yang dalam perjalanan dari kota-kota Foah dan Kefraya ke daerah-daerah yang dikuasai pemerintah," kata Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dalam sebuah pernyataan.
"Kami menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga korban insiden tersebut dan berharap mereka yang terluka cepat sembuh," imbuhnya seperti dikutip dari Xinhua, Senin (17/4/2017).
Dujarric mengungkapkan evakuasi terhadap penduduk sipil sedang dilakukan sesuai dengan Perjanjian Empat Kota meliputi Foah, Kefraya, Madaya dan Zabadani.
"Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menjamin keselamatan dan keamanan orang-orang yang menunggu untuk dievakuasi," katanya, menambahkan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas serangan ini harus dibawa ke pengadilan.
Serangan bom yang terjadi pada Sabtu lalu itu menargetkan titik pertemuan dari bus mengangkut pengungsi Syiah dari dua kota pro-pemerintah di Suriah utara.
Ledakan, yang dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri mengendarai truk kentang, mengguncang daerah Rasyidin yang dikuasai pemberontak di provinsi Aleppo.
(ian)