Korban Tewas Serangan Bom Bus Pengungsi Suriah Capai 100
Minggu, 16 April 2017 - 05:47 WIB
Korban Tewas Serangan Bom Bus Pengungsi Suriah Capai 100
A
A
A
DAMASKUS - Setidaknya 100 orang tewas dalam sebuah ledakan yang menghantam sebuah depot bus di pinggiran kota Aleppo. Depot tersebut digunakan pengungsi untuk menunggu dipindahkan ke wilayah pemerintah.
Petugas penyelamat sipil Suriah yang dikenal sebagai White Helmets mengatakan relawan setidaknya telah memindahkan 100 jenazah dari lokasi ledakan seperti dikutip dari Belfast Telegraph, Minggu (16/4/2017).
Bom mobil dahsyat terjadi ditengah kritikan terhadap terhentinya kesepakatan pemindahan penduduk karena pemerintah dan pemberontak terlibat cekcok tentang siapa yang harus dievakuasi.
Media pemerintah Suriah mengatakan setidaknya 39 tewas. Seorang pejabat pejuang Suriah mengatakan sedikitnya 30 pejuang oposisi yang menjaga para pengungsi tewas dalam ledakan itu.
Baca juga:
Bom Bunuh Diri Hantam Bus Pengungsi di Suriah, 39 Tewas
Stasiun televisi Suriah mengatakan pemindahan akan dilanjutkan. Stasiun TV Al-Ikhbariya mengatakan 48 korban luka telah diangkut dalam pemindahan penduduk yang mengizinkan lima bus dari daerah oposisi menuju provinsi yang dikuasai pejuang.
Sebuah saluran TV Lebanon yang dekat dengan pemerintah Suriah memperlihatkan gambar bus baru tiba di titik evakuasi di dekat lokasi ledakan. Al-Manar TV mengatakan bus tersebut untuk menggantikan bus sebelumnya yang rusak akibat ledakan itu.
Ledakan itu terjadi setelah ribuan warga Suriah yang dievakuasi dari kota-kota mereka yang dikepung telah menghabiskan malam di bus pada titik pertukaran.
Ahmed Afandar, warga yang dievakuasi dari kota asalnya dekat Madaya, mengatakan puluhan bus yang membawa perempuan, anak-anak dan laki-laki tidak diizinkan untuk melanjutkan ke Idlib yang dikuasai pemberontak seperti yang direncanakan.
Rami Abdurrahman, Kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), mengatakan pemerintah Suriah dan pemberontak yang menegosiasikan kesepakatan tersebut berbeda pendapat selama evakuasi orang-orang bersenjata dari kota-kota itu.
Petugas penyelamat sipil Suriah yang dikenal sebagai White Helmets mengatakan relawan setidaknya telah memindahkan 100 jenazah dari lokasi ledakan seperti dikutip dari Belfast Telegraph, Minggu (16/4/2017).
Bom mobil dahsyat terjadi ditengah kritikan terhadap terhentinya kesepakatan pemindahan penduduk karena pemerintah dan pemberontak terlibat cekcok tentang siapa yang harus dievakuasi.
Media pemerintah Suriah mengatakan setidaknya 39 tewas. Seorang pejabat pejuang Suriah mengatakan sedikitnya 30 pejuang oposisi yang menjaga para pengungsi tewas dalam ledakan itu.
Baca juga:
Bom Bunuh Diri Hantam Bus Pengungsi di Suriah, 39 Tewas
Stasiun televisi Suriah mengatakan pemindahan akan dilanjutkan. Stasiun TV Al-Ikhbariya mengatakan 48 korban luka telah diangkut dalam pemindahan penduduk yang mengizinkan lima bus dari daerah oposisi menuju provinsi yang dikuasai pejuang.
Sebuah saluran TV Lebanon yang dekat dengan pemerintah Suriah memperlihatkan gambar bus baru tiba di titik evakuasi di dekat lokasi ledakan. Al-Manar TV mengatakan bus tersebut untuk menggantikan bus sebelumnya yang rusak akibat ledakan itu.
Ledakan itu terjadi setelah ribuan warga Suriah yang dievakuasi dari kota-kota mereka yang dikepung telah menghabiskan malam di bus pada titik pertukaran.
Ahmed Afandar, warga yang dievakuasi dari kota asalnya dekat Madaya, mengatakan puluhan bus yang membawa perempuan, anak-anak dan laki-laki tidak diizinkan untuk melanjutkan ke Idlib yang dikuasai pemberontak seperti yang direncanakan.
Rami Abdurrahman, Kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), mengatakan pemerintah Suriah dan pemberontak yang menegosiasikan kesepakatan tersebut berbeda pendapat selama evakuasi orang-orang bersenjata dari kota-kota itu.
(ian)