AS Klaim Serbuan Rudalnya Hancurkan 20% Jet Tempur Suriah

Selasa, 11 April 2017 - 11:14 WIB
AS Klaim Serbuan Rudalnya...
AS Klaim Serbuan Rudalnya Hancurkan 20% Jet Tempur Suriah
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengklaim serbuan rudal-rudal jelajah Tomahawk terhadap pangkalan udara Shayrat, Homs, telah menghancurkan sekitar 20% pesawat jet tempur Suriah. Klaim ini disampaikan Menteri Pertahanan AS James Mattis.

Menurut Mattis, respons terukur oleh AS telah mengakibatkan kerusakan situs bahan bakar dan amunisi serta kemampuan pertahanan udara rezim Suriah.

“Pemerintah Suriah telah kehilangan kemampuan untuk mengisi bahan bakar atau mempersenjatai kembali pesawat di pangkalan udara Shayrat dan pada saat ini, penggunaan landasan pacu militernya menganggur,” klaim Mattis, seperti dilansir IB Times, Selasa (11/4/2017).

Tapi, Kementerian Pertahanan Rusia meremehkan klaim Pentagon tersebut. Menurut kementerian itu, serbuan rudal AS hanya menghancurkan enam pesawat jet tempur MiG-23 dan dan beberapa fasilitas di pangkalan udara Shayrat.

Rusia juga menyebut, dari 59 rudal jelajah Tomahawk yang ditembakkan dua kapal perang AS hanya 23 rudal yang mengenai pangkalan udara Suriah. Pemerintah Suriah sebelumnya juga menyatakan pesawat-pesawat tempurnya kembali beroperasi di pangkalan udara Shayrat sehari setelah diserang AS.

Serangan AS terhadap fasilitas militer Suriah pada Jumat dini hari pekan lalu diklaim sebagai respons atas serangan senjata kimia yang membunuh puluhan warga sipil di Khan Sheikhoun, Idlib. AS menuduh serangan senjata kimia diluncurkan pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad, tapi Suriah menyangkal.

“AS tidak akan pasif berdiri sementara (rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad) melakukan pembunuhan terhadap orang tak bersalah dengan senjata kimia,” ujar Mattis.

Juru bicara Gedung Putih Sean Spicer belum mengonfirmasi apakah serangan udara AS terhadap Suriah akan berlanjut atau tidak.

”Melihat orang-orang yang terkena gas (serangan gas sarin) dan terpesona oleh bom barel, (AS) memastikan bahwa jika kami melihat tindakan semacam ini lagi, kami kemungkinan akan bertindak lagi di waktu mendatang,” kata Spicer.
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
38 menit yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
1 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
2 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
3 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
4 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
5 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved