Sebelum Perintahkan Serang Suriah, Trump Lakukan Pertemuan Rahasia
Sabtu, 08 April 2017 - 16:32 WIB
Sebelum Perintahkan Serang Suriah, Trump Lakukan Pertemuan Rahasia
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, diketahui memerintahkan serangan rudal ke Suriah beberapa saat sebelum melakukan makan malam resmi dengan Presiden China, Xi Jinping. Saat itu, Trump dihadapkan pada tiga pilihan untuk menghukum rezim Bashar al-Assad atas serangan senjata kimia di Idlib.
Trump melakukan pertemuan rahasia di resor pribadinya, Mar-a-Lago, Florida dengan Penasihat Keamanan Nasional AS H.R. McMaster, dan Menteri Pertahanan Jim Mattis. Keduanya mengajukan tiga pilihan yang kemudian mengkerucut menjadi dua pilihan. Pilihan itu adalah membom beberapa lapangan udara atau hanya lapangan udara Shayrat, di mana jet tempur Suriah membawa gas beracun untuk dilepaskan.
Seperti diungkapkan oleh pejabat yang mengetahui hal itu, setelah mendengarkan argumen bahwa yang terbaik untuk meminimalkan korban di pihak Rusia dan Suriah, Trump memilih opsi menyerang lapangan udara Shayrat. Ia pun memerintahkan peluncuran rentetan rudal jelajah terhadap lapangan udara tersebut.
"Mattis dan McMaster berpendapat bahwa memilih target itu akan menarik garis jelas antara penggunaan gas saraf Assad dan serangan balasan," kata pejabat itu seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (8/4/2017).
Selain itu, tempat tinggal yang ditempati oleh penasihat militer Rusia, penerbang Suriah dan beberapa pekerja sipil berada di pinggiran lapangan terbang. Ini berarti lapangan terbang itu bisa hancur tanpa risiko ratusan korban, terutama jika serangan itu terjadi di luar jam kerja normal pangkalan udara tersebut.
Pejabat lain yang mengetahui diskusi rahasia itu mengatakan pemerintah memiliki rencana kontingensi untuk kemungkinan serangan tambahan pada Jumat malam. Hal itu tergantung pada bagaimana Assad menanggapi serangan pertama.
"Kalau pilihan ini terserah kepada Presiden Assad. Kami memiliki pilihan tambahan dan siap untuk melaksanakannya," kata pejabat itu.
Trump melakukan pertemuan rahasia di resor pribadinya, Mar-a-Lago, Florida dengan Penasihat Keamanan Nasional AS H.R. McMaster, dan Menteri Pertahanan Jim Mattis. Keduanya mengajukan tiga pilihan yang kemudian mengkerucut menjadi dua pilihan. Pilihan itu adalah membom beberapa lapangan udara atau hanya lapangan udara Shayrat, di mana jet tempur Suriah membawa gas beracun untuk dilepaskan.
Seperti diungkapkan oleh pejabat yang mengetahui hal itu, setelah mendengarkan argumen bahwa yang terbaik untuk meminimalkan korban di pihak Rusia dan Suriah, Trump memilih opsi menyerang lapangan udara Shayrat. Ia pun memerintahkan peluncuran rentetan rudal jelajah terhadap lapangan udara tersebut.
"Mattis dan McMaster berpendapat bahwa memilih target itu akan menarik garis jelas antara penggunaan gas saraf Assad dan serangan balasan," kata pejabat itu seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (8/4/2017).
Selain itu, tempat tinggal yang ditempati oleh penasihat militer Rusia, penerbang Suriah dan beberapa pekerja sipil berada di pinggiran lapangan terbang. Ini berarti lapangan terbang itu bisa hancur tanpa risiko ratusan korban, terutama jika serangan itu terjadi di luar jam kerja normal pangkalan udara tersebut.
Pejabat lain yang mengetahui diskusi rahasia itu mengatakan pemerintah memiliki rencana kontingensi untuk kemungkinan serangan tambahan pada Jumat malam. Hal itu tergantung pada bagaimana Assad menanggapi serangan pertama.
"Kalau pilihan ini terserah kepada Presiden Assad. Kami memiliki pilihan tambahan dan siap untuk melaksanakannya," kata pejabat itu.
(ian)