Taktik AS Hadapi Korut, dari Bunuh Jong-un Sampai Sebar Nuklir

Sabtu, 08 April 2017 - 13:19 WIB
Taktik AS Hadapi Korut,...
Taktik AS Hadapi Korut, dari Bunuh Jong-un Sampai Sebar Nuklir
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah diberikan beberapa pilihan untuk menanggapi kegiatan nuklir Pyongyang oleh Dewan Keamanan Nasional. Pilihan tersebut termasuk menempatkan nuklir di Korea Selatan (Korsel) dan membunuh pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-un.

NBC News, Sabtu (8/4/2017), melaporkan bahwa membawa senjata nuklir kembali ke Korsel untuk pertama kalinya dalam 25 tahun akan menjadi program pertama. Tindakan ini akan menjadi penyebaran nuklir pertama sejak Perang Dingin berakhir.

Langkah ini tidak diragukan lagi sebuah langkah provokatif. Menurut Dubes AS untuk Korsel, Mark Lippert, penyebaran nuklir di sana adalah sebuah konsep yang telah dianut oleh semakin banyak orang Korea.

"Beberapa jajak pendapat meletakkannya di lebih dari 50 persen. Ini sesuatu yang sedang diperdebatkan, dan dukungan untuk itu dari waktu ke waktu, setidaknya pada saat ini, terus meningkat," katanya.

Namun, ia berpikir itu ide yang buruk, merusak tujuan AS dari zona bebas nuklir dan otoritas moral Korsel menuju denuklirisasi Semenanjuang Korea.

Penolakan juga datang dari mantan komandan NATO, James Stavridis. "Saya tidak berpikir itu adalah ide yang baik. Saya berpikir bahwa itu hanya akan mengobarkan cara pandang Pyongyang," kata Stavridis.

"Saya tidak melihat hal yang baik untuk itu karena gagasan bahwa kita menggunakan senjata nuklir bahkan terhadap Korut sangat tidak mungkin," imbuhnya.

Selain menyebar nuklir, ide lain adalah menghabisi pemimpin Korut Kim Jong-un dan para pemimpin senior lainnya yang bertanggung jawab atas rudal dan senjata nuklir serta pengambil keputusan. Namun, tujuan dari aksi ini memiliki kelemahan besar.

"Diskusi perubahan rezim dan pemenggalan kepala cenderung menyebabkan jeda perhatian yang besar dari China dan memiliki kecenderungan bergerak ke arah yang berlawanan di mana kami ingin mereka untuk bergerak menekan," kata Lippert, mantan asisten menteri pertahanan era Barack Obama.

Sementara Stavridis mengatakan bahwa pemenggalan kepala merupakan strategi yang selalu menggoda ketika berhadapan dengan pemimpin yang sangat tidak terduga dan berbahaya.

"Pertanyaannya adalah apa yang terjadi kemudian setelah Anda memenggalnya? Saya berpikir bahwa di Korut, sangat banyak yang tidak kita ketahui," katanya.

Presiden AS, Donald Trump telah mengindikasikan bahwa ia terbuka untuk tindakan sepihak jika China gagal untuk mengendalikan sekutunya itu. Namun komandan Komando Strategis AS, Jenderal John Hyten mengatakan kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat bahwa setiap solusi untuk masalah Korut harus melibatkan China. Ia mengatakan sementara tugasnya adalah menyajikan opsi militer ke Gedung Putih, di sisi lain ia merasa sulit untuk melihat solusi tanpa China.
(ian)
Berita Terkait
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Korea Utara Marah Kapal...
Korea Utara Marah Kapal Selam Nuklir AS Muncul di Korea Selatan
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Berita Terkini
Takut dengan Ancaman...
Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
11 menit yang lalu
10 Negara yang Menggunakan...
10 Negara yang Menggunakan Kalender Sendiri, Dipengaruhi Agama, Sejarah dan Dinasti
27 menit yang lalu
Media Iran Rilis Video...
Media Iran Rilis Video Cara Bunuh Ibu Negara AS Melania Trump, Secret Service Turun Tangan
1 jam yang lalu
China Membangun Replika...
China Membangun Replika Kapal Perang AS hingga Kantor Presiden Taiwan untuk Target Rudal
1 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei kepada...
Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
2 jam yang lalu
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved