Utusan PBB Pantau Situasi di Suriah Pasca Serangan AS
Jum'at, 07 April 2017 - 17:03 WIB
Utusan PBB Pantau Situasi di Suriah Pasca Serangan AS
A
A
A
NEW YORK - Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, mengikuti dengan erat situasi di Suriah pasca serangan rudal Amerika Serikat (AS). Ia juga mengadakan konsultasi dengan pihak-pihak terkait.
“De Mistura mengikuti dengan erat situasi, termasuk melalui konsultasi dengan lawan bicara yang relevan. PBB akan memberikan komentar tambahan atas informasi lebih lanjut yang berhubungan dengan hal itu,” kata staf kantor Mistura seperti dikutip dari Sputniknews, Jumat (7/4/2017).
Pada Kamis malam, Amerika Serikat meluncurkan 59 rudal jelajah Tomahawk ke lapangan udara militer Suriah di Ash Sha'irat, terletak sekitar 40 kilometer (25 mil) dari kota Homs.
Pentagon mengatakan rudal-rudal tersebut menyasar sebuah pangkalan udara Suriah dan targetnya termasuk pesawat dan sistem pertahanan udara.
"Rudal ini menargetkan pesawat, hanggar pesawat, bahan bakar dan area penyimpanan logistik, bunker pasokan amunisi, sistem pertahanan udara, dan radar," kata juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis.
Menurut Gubernur Homs Talal Barazi, serangan itu menewaskan lima orang dan melukai tujuh lainnya. Sementara menurut kelompok pemantau, Observatorium Suriah untuk HAM, serangan tersebut menewaskan 4 tentara dan hampir menghancurkan basis udara itu.
“De Mistura mengikuti dengan erat situasi, termasuk melalui konsultasi dengan lawan bicara yang relevan. PBB akan memberikan komentar tambahan atas informasi lebih lanjut yang berhubungan dengan hal itu,” kata staf kantor Mistura seperti dikutip dari Sputniknews, Jumat (7/4/2017).
Pada Kamis malam, Amerika Serikat meluncurkan 59 rudal jelajah Tomahawk ke lapangan udara militer Suriah di Ash Sha'irat, terletak sekitar 40 kilometer (25 mil) dari kota Homs.
Pentagon mengatakan rudal-rudal tersebut menyasar sebuah pangkalan udara Suriah dan targetnya termasuk pesawat dan sistem pertahanan udara.
"Rudal ini menargetkan pesawat, hanggar pesawat, bahan bakar dan area penyimpanan logistik, bunker pasokan amunisi, sistem pertahanan udara, dan radar," kata juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis.
Menurut Gubernur Homs Talal Barazi, serangan itu menewaskan lima orang dan melukai tujuh lainnya. Sementara menurut kelompok pemantau, Observatorium Suriah untuk HAM, serangan tersebut menewaskan 4 tentara dan hampir menghancurkan basis udara itu.
(ian)