AS Berubah Sikap, Ingin Rezim Suriah Tumbang
Jum'at, 07 April 2017 - 05:43 WIB
AS Berubah Sikap, Ingin Rezim Suriah Tumbang
A
A
A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dalam hitungan hari berubah sikap soal rezim Suriah yang dipimpin Presiden Suriah Bashar al-Assad. AS kini menghendaki rezim Suriah tumbang setelah menuduh pasukan Assad meluncurkan serangan senjata kimia di Idlib.
”Tidak ada keraguan dalam pikiran kita, dan informasi yang kami miliki mendukungnya, bahwa rezim Suriah di bawah kepemimpinan Bashar al-Assad bertanggung jawab atas serangan ini,” kata Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson kepada wartawan di Florida, menjelang pertemuan Presiden Trump dan Presiden China Xi Jinping.
”Hal ini sangat penting bahwa pemerintah Rusia mempertimbangkan dengan cermat dukungan mereka untuk Bashar al-Assad,” lanjut Tillerson.
Sebanyak 72 orang tewas termasuk 11 bocah di Khan Sheikhoun, Idlib, pada Selasa lalu, yang diduga akibat serangan senjata kimia. Suriah menegaskan pesawat tempur mereka menggempur gudang senjata kelompok teroris yang di dalamnya tersimpan senjata kimia. Suriah membantah sebagai pelaku serangan senjata kimia.
Ketika ditanya apakah AS akan memimpin upaya penggulingan rezim di Suriah, Tillerson menjawab; ”Langkah-langkah akan dilakukan”.
Perubahan sikap AS hanya berselang sepekan, di mana pada pekan lalu Tillerson mengatakan bahwa nasib Assad harus ditentukan oleh rakyat Suriah.
Presiden Trump mengutuk keras serangan senjata kimia di Suriah. ”Saya pikir apa yang terjadi di Suriah adalah aib bagi kemanusiaan,” katanya kepada wartawan pesawat Air Force One saat perjalanan ke Florida, seperti dikutip Reuters, Jumat (7/4/2017).
”Dia ada di sana, dan saya kira dia menjalankan sesuatu, jadi sesuatu terjadi,” ujarnya menyindir Assad.
”Tidak ada keraguan dalam pikiran kita, dan informasi yang kami miliki mendukungnya, bahwa rezim Suriah di bawah kepemimpinan Bashar al-Assad bertanggung jawab atas serangan ini,” kata Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson kepada wartawan di Florida, menjelang pertemuan Presiden Trump dan Presiden China Xi Jinping.
”Hal ini sangat penting bahwa pemerintah Rusia mempertimbangkan dengan cermat dukungan mereka untuk Bashar al-Assad,” lanjut Tillerson.
Sebanyak 72 orang tewas termasuk 11 bocah di Khan Sheikhoun, Idlib, pada Selasa lalu, yang diduga akibat serangan senjata kimia. Suriah menegaskan pesawat tempur mereka menggempur gudang senjata kelompok teroris yang di dalamnya tersimpan senjata kimia. Suriah membantah sebagai pelaku serangan senjata kimia.
Ketika ditanya apakah AS akan memimpin upaya penggulingan rezim di Suriah, Tillerson menjawab; ”Langkah-langkah akan dilakukan”.
Perubahan sikap AS hanya berselang sepekan, di mana pada pekan lalu Tillerson mengatakan bahwa nasib Assad harus ditentukan oleh rakyat Suriah.
Presiden Trump mengutuk keras serangan senjata kimia di Suriah. ”Saya pikir apa yang terjadi di Suriah adalah aib bagi kemanusiaan,” katanya kepada wartawan pesawat Air Force One saat perjalanan ke Florida, seperti dikutip Reuters, Jumat (7/4/2017).
”Dia ada di sana, dan saya kira dia menjalankan sesuatu, jadi sesuatu terjadi,” ujarnya menyindir Assad.
(mas)