AS Tidak Memiliki Sistem Pertahanan Lawan Rudal Nuklir Rusia

Kamis, 06 April 2017 - 09:31 WIB
AS Tidak Memiliki Sistem...
AS Tidak Memiliki Sistem Pertahanan Lawan Rudal Nuklir Rusia
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) rentan dalam menghadapi ancaman rudal jelajah berkemampuan nuklir yang digunakan oleh Moskow bulan lalu. Demikian pernyataan Kepala Komando Strategis AS.

Jenderal AU John Hyten mengatakan kepada anggota Kongres, penyebaran setidaknya dua batalyon dari rudal jelajah SSC-8, disebut juga RK-55 Relief, yang dilakukan oleh Moskow melanggar perjanjian pelucutan senjata 1987. Penyebaran itu juga menempatkan sebagian besar Eropa dalam risiko.

Menurut Komandan Kepala Rudal AS dan Hulu Ledak Nuklir ini, langkah yang dilakukan oleh Moskow membuat AS dan sekutu Eropanya tidak boleh lengah.

"Kami tidak memiliki pertahanan untuk itu, terutama dalam membela sekutu Eropa kami," kata Hyten kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat AS.

"Sistem itu dapat berkisar dan mengancam sebagian besar benua Eropa tergantung di mana itu digunakan. Ini adalah kekhawatiran dan kita akan harus mencari cara untuk menghadapinya sebagai bangsa," imbuhnya seperti dikutip dari Newsweek, Kamis (6/4/2017).

Menurut Popular Mechanics, rudal yang diluncurkan dari darat ini bisa dilengkapi dengan hulu ledak nuklir dan memiliki jangkauan minimal 1.200 mil. Rudal SSC-8 dikabarkan mirip dengan rudal jelajah Kalibr yang telah dipasang pada sejumlah kapal perang Rusia dan kapal selam.

Setidaknya dua batalyon dari rudal jelajah SSC-8 telah dikerahkan di kota Rusia selatan Volgograd dan lokasi lain yang tidak diketahui, menurut sebuah laporan oleh The New York Times. Rudal itu dilaporkan diuji sejak 2008 dan Rusia tengah mengejar produksinya meski mendapat protes dari pemerintahan Barack Obama.

Bulan lalu, Wakil Ketua Gabungan Kepala Staf Angkatan Udara AS Jenderal Paul Selva mengatakan penyebaran SSC-8 Rusia merupakan ancaman bagi AS dan fasilitas sekutu di Eropa. Pernyataan itu disampaikan setelah para pejabat AS mengatakan pada Januari bahwa keberadaan rudal itu melanggar "semangat dan tujuan" dari perjanjian tentang senjata Nuklir yang ditandatangani AS dan Uni Soviet pada 1987

Namun, menurut Defense News, Moskow berpendapat bahwa SSC-8 tidak melanggar perjanjian. Sebaliknya, Rusia menuduh AS dan NATO telah mengancam keamanan nasionalnya melalui pembangunan fasilitas militer sepanjang perbatasan negara itu.
(ian)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
40 menit yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
1 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
2 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
2 jam yang lalu
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
3 jam yang lalu
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
5 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved