Erdogan Tuding Paus Halangi Turki Gabung UE

Senin, 03 April 2017 - 07:04 WIB
Erdogan Tuding Paus...
Erdogan Tuding Paus Halangi Turki Gabung UE
A A A
ANKARA - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa negaranya tidak akan pernah masuk ke Uni Eropa (UE) karena bukan Kristen. Erdogan mengklaim perwakilan UE bertemu dengan Paus pada Maret lalu adalah bukti bahwa organisasi itu adalah organisasi fundamental Kristen.

“Semua para pemimpin negara-negara Uni Eropa pergi ke Vatikan dan mendengarkan Paus dengan patuh. Apakah Anda sekarang mengerti mengapa mereka belum mengambil Turki menjadi anggota UE selama 54 tahun?” kata Erdogan dalam sebuah kampanye merujuk pada Perjanjian Ankara 1963 antara Turki dan Eropa.

“Situasi ini cukup nyata dan jelas, itu adalah Aliansi Tentara Salib. 16 April juga akan menjadi hari untuk mengevaluasi ini,” kata Erdogan lagi seperti dikutip dari Russia Today, Senin (3/4/2017).

Pertemuan yang dimaksud Erdogan adalah pertemuan 24 Maret, ketika 27 kepala negara UE bertemu dengan Paus Francis di Vatikan. Pertemuan itu terjadi sebelum pertemuan puncak menandai 60 sejak enam negara, Belgia, Prancis, Italia, Luksemburg, Jerman Barat dan Belanda, menandatangani Perjanjian Roma 1957. Keenam negara tersebut sepakat mendirikan Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE), yang kemudian memunculkan UE pada tahun 1991.

“Ternyata tepat apa yang telah saya telah katakan tentang UE. Mereka telah berbohong kepada kami berturut-turut selama 14 tahun. Dan mereka terus berbohong,” kata Erdogan.

Dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan antara Turki dan negara-negara Eropa telah meningkat terkait referendum Turki yang akan datang. Erdogan, bersama dengan partai AKP yang berkuasa, berkampanye untuk mendapatkan suara 'Ya' atas referendum. Ini akan memberikan Presiden kekuasaan untuk mengeluarkan dekrit, menyatakan keadaan darurat, menunjuk menteri dan pejabat negara, serta membubarkan parlemen.

Kritik pun meluncur dengan mengatakan keberhasilan referendum akan menghapuskan sistem checks and balances negara. Erdogan berharap mendapatkan dukungan dari 5,5 juta warga Turki yang tinggal di luar negeri untuk membantunya memenangkan referendum.
(ian)
Berita Terkait
Insiden Sofagare, Turki...
Insiden Sofagare, Turki Bantah Kucilkan Presiden Komisi Eropa
Turki Tegaskan Tidak...
Turki Tegaskan Tidak akan Tunduk pada 'Ancaman' UE
Diabaikan selama 24...
Diabaikan selama 24 Tahun, Turki Tidak Lagi Tertarik Menjadi Anggota Uni Eropa
UE Depak Turki dari...
UE Depak Turki dari Daftar Perjalanan Aman, Ankara Kesal
Uni Eropa Tolak Terapkan...
Uni Eropa Tolak Terapkan Sanksi Ekonomi untuk Turki
Uni Eropa Bahas Ekspor...
Uni Eropa Bahas Ekspor Senjata ke Turki dengan NATO dan AS
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
2 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
3 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
4 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
5 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
6 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
7 jam yang lalu
Infografis
Respons Donald Trump...
Respons Donald Trump usai Gambarnya sebagai Paus Viral
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved