Tokoh Senior Tewas Ditembak, Hamas Bakal Jatuhkan Hukuman Tuhan
Minggu, 02 April 2017 - 23:02 WIB
Tokoh Senior Tewas Ditembak, Hamas Bakal Jatuhkan Hukuman Tuhan
A
A
A
JERUSALEM - Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniyeh, bersumpah memberikan 'hukuman Tuhan' untuk para pembunuh Mazen Faqha, tokop sayap militer kelompok itu pekan lalu. Ia mengatakan kelompoknya sedang mempersiapkan langkah-langkah radikal terhadap warga Palestina yang tertangkap berkolaborasi dengan Israel.
"Pembunuh dan mereka yang mendukungnya tidak akan luput dari hukuman Ilahi, hukuman oleh rakyat dan hukuman oleh organisasi perlawanan," kata Haniyeh.
"Pembunuhan tidak menakut-nakuti kami," tambahnya seperti dikutip dari Breitbart, Minggu (2/4/2017).
Hamas menuding Israel yang membunuh Faqha pada 24 Maret lalu. Faqha adalah mata-mata Hamas yang dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran tahanan dengan tentara Israel yang ditangkap Hamas, Gilad Schalit.
Faqha ditembak mati oleh pria menggunakan senjata dengan peredam suara di dekat rumahnya di barat daya Kota Gaza. Menurut Palestina, ia ditembak empat kali di kepala.
Baca juga:
Pentolan Hamas Ditembak Mati di Gaza, Israel Disalahkan
Israel tidak mengomentari pembunuhan itu.
“Setiap tangan yang merugikan martir Mazen akan dipotong,” Haniyeh berjanji.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Hamas mengatakan langkah-langkah yang ketat akan diambil terhadap agen dan kolaborator Israel di jam dan hari yang akan datang.
Iyad al-Bozum, juru bicara kementerian Palestina, mengatakan langkah-langkah mungkin termasuk penangkapan, pengadilan dan bahkan eksekusi.
Pada hari Minggu setelah pembunuhan itu, kelompok Hamas mendirikan penghalang jalan di dekat Penyeberangan Erez dengan Israel. Pada hari Senin, hambatan dibuka untuk orang-orang yang memasuki Gaza City, namun tetap ditutup untuk Palestina yang ingin meninggalkan wilayah pesisir.
Baca juga:
Hamas Tutup Persimpangan Gaza dengan Israel
Hamas dilaporkan mencari pembunuh, yang di percaya tidak pernah meninggalkan Gaza.
"Pembunuh dan mereka yang mendukungnya tidak akan luput dari hukuman Ilahi, hukuman oleh rakyat dan hukuman oleh organisasi perlawanan," kata Haniyeh.
"Pembunuhan tidak menakut-nakuti kami," tambahnya seperti dikutip dari Breitbart, Minggu (2/4/2017).
Hamas menuding Israel yang membunuh Faqha pada 24 Maret lalu. Faqha adalah mata-mata Hamas yang dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran tahanan dengan tentara Israel yang ditangkap Hamas, Gilad Schalit.
Faqha ditembak mati oleh pria menggunakan senjata dengan peredam suara di dekat rumahnya di barat daya Kota Gaza. Menurut Palestina, ia ditembak empat kali di kepala.
Baca juga:
Pentolan Hamas Ditembak Mati di Gaza, Israel Disalahkan
Israel tidak mengomentari pembunuhan itu.
“Setiap tangan yang merugikan martir Mazen akan dipotong,” Haniyeh berjanji.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Hamas mengatakan langkah-langkah yang ketat akan diambil terhadap agen dan kolaborator Israel di jam dan hari yang akan datang.
Iyad al-Bozum, juru bicara kementerian Palestina, mengatakan langkah-langkah mungkin termasuk penangkapan, pengadilan dan bahkan eksekusi.
Pada hari Minggu setelah pembunuhan itu, kelompok Hamas mendirikan penghalang jalan di dekat Penyeberangan Erez dengan Israel. Pada hari Senin, hambatan dibuka untuk orang-orang yang memasuki Gaza City, namun tetap ditutup untuk Palestina yang ingin meninggalkan wilayah pesisir.
Baca juga:
Hamas Tutup Persimpangan Gaza dengan Israel
Hamas dilaporkan mencari pembunuh, yang di percaya tidak pernah meninggalkan Gaza.
(ian)