Aktivitas Permukiman Ilegal Israel Meningkat 40 Persen

Kamis, 23 Maret 2017 - 11:44 WIB
Aktivitas Permukiman...
Aktivitas Permukiman Ilegal Israel Meningkat 40 Persen
A A A
JERUSALEM - Konstruksi pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki meningkat 40 persen pada 2016 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Demikian laporan angka resmi yang dirilis kemarin.

Sebanyak 2.360 unit rumah dibangun pada tahun lalu berbanding 1.884 pada tahun 2015, berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik Israel. Menurut LSM anti pemukiman, Peace Now, itu adalah jumlah tertinggi kedua dari pembangunan yang dimulai pada 15 tahun terakhir. Jumlah tertinggi selama waktu itu adalah 2.874 pada 2013

"Rata-rata, sejak tahun 2001, 1790 unit rumah mulai dibangun di pemukiman Tepi Barat setiap tahun," kata Peace Now seperti dikutip dari New Arab, Kamis (23/3/2017).

Mengutip data resmi Israel, yang menyebut 14.017 unit dimulai sejak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kembali ke kantor pada tahun 2009. Meskipun begitu, pembangunan pemukiman terus berlangsung siapapun pemimpin Israel.

Angka-angka mengecualikan Jerusalem timur, yang diduduki oleh Israel pada tahun 1967. Wilayah ini kemudian dianeksasi dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Sekitar 200.000 pemukim Israel tinggal di Jerusalem timur, di samping sekitar 400.000 di Tepi Barat. Sekitar tiga juta warga Palestina tinggal di Tepi Barat dan Jerusalem timur.

"Peningkatan tajam dalam pembangunan pemukiman mengirimkan pesan yang jelas kepada Palestina dan masyarakat internasional bahwa Israel tidak tertarik pada solusi dua negara," kata Peace Now.

Netanyahu telah berdiskusi dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump tentang bagaimana untuk bergerak maju dengan pembangunan pemukiman. Saat bertemu Netanyahu di Gedung Putih pada bulan Februari, Trump menyerukan Israel untuk "untuk menahan sedikit pembangunan permukiman".

Pada pertemuan itu, Trump juga memecahkan puluhan tahun kebijakan AS dengan mengatakan dia tidak terikat solusi dua negara dalam konflik dan akan terbuka untuk salah satu negara jika itu berarti perdamaian.

Tapi salah satu penasihatnya, Jason Greenblatt, telah melakukan pertemuan dengan kedua belah pihak termasuk dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Netanyahu.

Pembangunan permukiman Israel dipandang sebagai tindakan ilegal berdasarkan hukum internasional. Pembangunan permukiman juga menjadi rintangan besar bagi perdamaian karena dibangun di atas tanah Palestina yang akan menjadi bagian dari negara itu di masa depan.

Banyak dari masyarakat internasional telah meningkatkan peringatannya atas perluasan permukiman. Mereka menganggap secara bertahap menggerogoti prospek solusi dua negara dalam konflik Israel Palestina.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
32 menit yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
4 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
5 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
6 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
7 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
8 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved