Bom Surat Meledak di Kantor IMF, 1 Karyawan Terluka
Kamis, 16 Maret 2017 - 23:09 WIB
Bom Surat Meledak di Kantor IMF, 1 Karyawan Terluka
A
A
A
PARIS - Sebuah bom surat yang ditujukan kepada perwakilan Eropa dari Dana Moneter Internasional meledak saat dibuka oleh seorang pegawai perempuan. Akibatnya, pegawai lembaga donor dunia itu menderita luka di wajah dan lengannya.
Surat, yang dikirim menggunakan jasa layanan pos, meledak sesaat setelah dibuka oleh seorang sekretaris di kantor lembaga di bagian kelas atas kantor IMF di Paris. "Sekretaris, yang terluka, menerima telah perawatan meski luka-luka yang diderita tidak mengancam jiwanya," kata Kepala Polisi Paris Michel Cadot.
Ledakan itu menyebabkan sedikit kerusakan di kantor tersebut. "Ledakan tersebut disebabkan oleh perangkat buatan, seperti korek api besar," kata Cadot seperti dikutip dari Reuters, Kamis (16/3/2017).
Ketika ditanya apakah kepala kantor Eropa IMF telah menerima ancaman, Cadot mengatakan: "Ada beberapa panggilan telepon dalam beberapa hari terakhir tetapi mereka tampaknya tidak selalu dihubungkan dengan hal ini."
Menurut polisi, surat itu ditujukan untuk perwakilan Eropa IMF. Menurut situs IMF, Jeffrey Franks adalah direktur kantor Eropa IMF sejak Maret 2015. Franks telah bekerja selama 24 tahun di lembaga itu.
Jaksa anti terorisme Prancis akan melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.
Presiden Prancis, Fracois Hollande mengatakan pihak berwenang Prancis akan melakukan semua yang mereka bisa untuk menemukan mereka yang bertanggung jawab atas serangan di IMF. "Saya ingin memberitahu semua orang yang bekerja untuk lembaga besar ini bahwa kita di sisi mereka," katanya.
Ketua IMF Christine Lagarde, mantan menteri ekonomi Perancis, mengutuk ledakan itu sebagai tindakan pengecut.
"Aku menegaskan kembali tekad IMF untuk melanjutkan pekerjaan kami sejalan dengan mandat kami. Kami bekerja sama dengan otoritas Prancis untuk menyelidiki insiden ini dan menjamin keamanan staf kami," katanya.
Surat, yang dikirim menggunakan jasa layanan pos, meledak sesaat setelah dibuka oleh seorang sekretaris di kantor lembaga di bagian kelas atas kantor IMF di Paris. "Sekretaris, yang terluka, menerima telah perawatan meski luka-luka yang diderita tidak mengancam jiwanya," kata Kepala Polisi Paris Michel Cadot.
Ledakan itu menyebabkan sedikit kerusakan di kantor tersebut. "Ledakan tersebut disebabkan oleh perangkat buatan, seperti korek api besar," kata Cadot seperti dikutip dari Reuters, Kamis (16/3/2017).
Ketika ditanya apakah kepala kantor Eropa IMF telah menerima ancaman, Cadot mengatakan: "Ada beberapa panggilan telepon dalam beberapa hari terakhir tetapi mereka tampaknya tidak selalu dihubungkan dengan hal ini."
Menurut polisi, surat itu ditujukan untuk perwakilan Eropa IMF. Menurut situs IMF, Jeffrey Franks adalah direktur kantor Eropa IMF sejak Maret 2015. Franks telah bekerja selama 24 tahun di lembaga itu.
Jaksa anti terorisme Prancis akan melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.
Presiden Prancis, Fracois Hollande mengatakan pihak berwenang Prancis akan melakukan semua yang mereka bisa untuk menemukan mereka yang bertanggung jawab atas serangan di IMF. "Saya ingin memberitahu semua orang yang bekerja untuk lembaga besar ini bahwa kita di sisi mereka," katanya.
Ketua IMF Christine Lagarde, mantan menteri ekonomi Perancis, mengutuk ledakan itu sebagai tindakan pengecut.
"Aku menegaskan kembali tekad IMF untuk melanjutkan pekerjaan kami sejalan dengan mandat kami. Kami bekerja sama dengan otoritas Prancis untuk menyelidiki insiden ini dan menjamin keamanan staf kami," katanya.
(ian)