Sembilan Perwira AL AS Tukar Informasi Rahasia dengan Gratifikasi Seks

Rabu, 15 Maret 2017 - 14:34 WIB
Sembilan Perwira AL...
Sembilan Perwira AL AS Tukar Informasi Rahasia dengan Gratifikasi Seks
A A A
WASHINGTON - Sedikitnya sembila perwira Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) menjadi pesakitan dengan tuduhan menjual informasi rahasia dalam kasus penipuan dan penyuapan berskala internasional. Begitu pernyataan Departemen Kehakiman AS dalam siaran persnya.

Para perwira AL AS itu didakwa atas kebocoran informasi rahasia data militer dalam pertukaran dengan akomodasi perjalanan mewah, makan malam, dan jasa pelacur seperti dikutip dari Sputniknews, Rabu (15/3/2017).

"Pensiunan Angkatan Laut AS Laksamana Bruce Loveless dan delapan petugas Angkatan Laut berpangkat tinggi lainnya didakwa dalam dakwaan federal dengan menerima perjalanan mewah, makan malam, dan jasa pelacur dalam pertukaran informasi rahasia US Navy dan internal," bunyi rilis dari Departemen Kehakiman AS.

Baca juga:
Terima Gratifikasi Seks, Oknum Perwira AS Dipenjara


Sebanyak 25 orang, termasuk orang-orang dalam dakwaan terbaru, didakwa sehubungan dengan penyelidikan perusahaan kontraktor pertahanan Glenn Defense Marine Asia di Singapura. Semua, kecuali lima para tersangka, adalah petugas Angkatan Laut yang masih aktif atau mantan. Dari jumlah itu, 13 diantaranya telah mengaku bersalah sejauh ini.

Kasus ini terkuak pada akhir Januari 2016 lalu. Saat itu Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) dalam siaran persnya mengatakan, seorang perwira Angkatan Laut (AL) AS berpangkat Letnan dijatuhi hukuman 40 bulan penjara. Ia terbukti menerima uang tunai, biaya hotel, dan jasa pelacur untuk memberikan informasi rahasia tentang jadwal kapal perang dan kapal selam.

Departemen Kehakiman mengatakan, Malaki mengakui jika dirinya telah menerima keuntungan dari kerjasamanya dengan kontraktor pertahanan asing, Glenn Defense Marine Asia (GDMA) sebesar USD15.000.

Selain menjual jadwal pelayaran, Malaki juga memberikan informasi faktur terkait pesaing GDMA dengan bayaran menginap di sebuah hotel mewah di Singapura, Hong Kong, dan pulau Tonga, serta amplop berisi uang tunai, biaya hiburan dan jasa pelacur.

Baca juga:
Oknum Perwira AL AS Jual Informasi Demi Uang dan Pelacur
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
1 jam yang lalu
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
1 jam yang lalu
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
2 jam yang lalu
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
3 jam yang lalu
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
4 jam yang lalu
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved