Oposisi Maladewa Protes Rencana Kunjungan Raja Salman

Sabtu, 11 Maret 2017 - 00:20 WIB
Oposisi Maladewa Protes...
Oposisi Maladewa Protes Rencana Kunjungan Raja Salman
A A A
COLOMBO - Kubu oposisi Maladewa memprotes rencana kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, pemimpin Kerajaan Arab Saudi. Protes itu dipicu laporan kelompok bisnis Saudi yang disebut membeli pulau di Maladewa.

Kubu koalisi yang terdiri dari sejumlah partai dan kelompok pembangkang Maladewa berencana menggelar demonstrasi jalanan. Aksi itu untuk menentang penjualan pulau ketika Raja Salman dan rombongan yang terdiri dari sekitar 1.000 orang mengunjungi Maladewa.

”Kami akan membuat sangat jelas kepada Kerajaan Saudi bahwa kami menentang penjualan pulau kami,” kata mantan Menteri Luar Negeri Maladewa Ahmed Naseem kepada wartawan di Kolombo, yang dikutip dari AFP, Sabtu (11/3/2017).

Dia mengatakan ada laporan di Maladewa yang menyebut bahwa pemerintah Saudi atau badan usaha Saudi telah membeli sebuah atol dari 28 pulau karang kecil senilai miliaran dolar.

Pengumuman dari Maldives United Opposition (MUO) yang berbasis di Colombo itu muncul sehari setelah pemerintah Presiden Abdulla Yameen membantah telah menjual pulau kepada Arab Saudi atau pihak lain.

Namun, MUO bersikeras bahwa pemerintah berencana untuk membuat kesepakatan penjualan pulau itu yang nilainya dua kali dari nilai perekonomian nasional sebesar USD5,2 miliar.

Kubu MUO menuduh rezim Yameen telah memerintahkan penindakan keras terhadap aktivis oposisi menjelang kunjungan Raja Salman ke Maladewa. Rencana kunjungan Raja Salman ke Maladewa merupakan bagian dari lawatan Asia, termasuk kunjungan ke Indonesia.

Sebelum ke Maladewa, Raja Salman dan rombongannya akan berkunjung ke China dan Jepang.
(mas)
Berita Terkait
Negara-negara Ini Tidak...
Negara-negara Ini Tidak Memiliki Sungai
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Rayakan Hari Nasional,...
Rayakan Hari Nasional, Saudi Gelar Pesta Kembang Api
Arab Saudi Larang Penggunaan...
Arab Saudi Larang Penggunaan Simbol Negara dan Agama untuk Kepentingan Komersial
Punya Bakat dan Keahlian...
Punya Bakat dan Keahlian Unik? Arab Saudi Tarik Pemuda Berbakat dengan Paket Bebas Pajak
Saudi Makin Liberal,...
Saudi Makin Liberal, Band Metal Manggung Habis-habisan di Jeddah
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
13 menit yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
48 menit yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
3 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
3 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
5 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
6 jam yang lalu
Infografis
Karier Militer Mayjen...
Karier Militer Mayjen Sineenat Wongvajirapakdi, Selir Istimewa Raja Thailand
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved