Revisi Larangan Imigran Donald Trump Digugat

Kamis, 09 Maret 2017 - 17:59 WIB
Revisi Larangan Imigran...
Revisi Larangan Imigran Donald Trump Digugat
A A A
WASHINGTON - Revisi larangan imigran Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang baru diumumkan selama dua hari telah menuai gugatan. Adalah negara bagian Hawaii yang menjadi negara bagian pertama yang menggugat revisi larangan imigran tersebut.

Jaksa Agung Hawaii mengatakan versi baru larangan imigran pada dasarnya sama seperti yang pertama. Larangan yang mulai berlaku pada 16 Maret itu menempatkan larangan 90 hari kepada orang-orang dari enam negara mayoritas muslim dan larangan 120 hari bagi semua pengungsi.

"Tidak ada substansi yang berubah: Ada larangan yang sama pada entri dari negara-negara mayoritas muslim (minus satu)," Jaksa Agung Hawaii Doug Chin orde seperti dikutip dari BBC, Kamis (9/3/2017).

Sebelumnya perintah ini melarang warga negara dari Iran, Irak, Libya, Suriah, Somalia, Sudan dan Yaman selama 90 hari. Sementara yang terbaru, Irak, telah dicabut dari daftar.

Menurut Chin peraturan tersebut tetap memperlakukan larangan terhadap pengungsi, tidak ada satu pengecualian, dan tanpa hukum pengecualian dan keringanan meskipun terjadi perubahan.

Hawaii adalah satu di antara sejumlah negara yang mengajukan tuntutan hukum terhadap larangan asli mengatakan akan membahayakan penduduk, bisnis dan sekolah. Negara bagian ini mengajukan gugatan dan menyerukan pemblokiran darurat pada perintah larangan yang baru. Sebuah sidang akan digelar pada 15 Maret mendatang, sehari sebelum larangan baru tersebut diberlakukan.

Presiden Trump belum mengomentari gugatan hukum terbaru Hawaii ini. Namun, sebelumnya, ia telah menegaskan jika dirinya memiliki hak untuk memberlakukan sebuah perintah eksekutif dan mengecam pengadilan bertendensi politik.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
34 menit yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
1 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
2 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
3 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
4 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
5 jam yang lalu
Infografis
Chronic Venous Insufficiency,...
Chronic Venous Insufficiency, Penyakit yang Diderita Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved