Tragedi Pesawat di Hampshire, Kerabat Osama Terbakar Hidup-hidup

Rabu, 08 Maret 2017 - 07:25 WIB
Tragedi Pesawat di Hampshire,...
Tragedi Pesawat di Hampshire, Kerabat Osama Terbakar Hidup-hidup
A A A
LONDON - Kondisi para anggota keluarga Osama bin Laden yang meninggal setelah pesawat jet pribadi mereka jatuh di Bandara Blackbushe, Hampshire, Inggris, diungkap pengadilan. Para kerabat Osama bin Laden itu diyakini tewas terbakar hidup-hidup dalam tragedi itu.

Pengadilan North Hampshire mendengar kesaksikan bahwa pilot kewalahan saat sudah mendekati Bandara Blackbushe di mana pesawat jet Embraer Phenom 300 jatuh pada bulan Juli 2015.

Ibu tiri Osama bin Laden; Raja Bashir Hashem, 75, saudara tiri Sana Mohammed, 53, dan pilot pesawat; Mazen Salem Alqasim, 58, meninggal akibat dari kebakaran di tubuh pesawat yang dimulai dari sayap.

Menurut catatan pengadilan, pesawat yang terdaftar sebagai pesawat asal Saudi dan diterbangkan oleh pilot Mazen Al-Aqeel Da'jah Salem telah melampaui ujung landasan di bandara, sebelum berupaya untuk lepas landas lagi.

Namun, pesawat itu kemudian menabrak beberapa mobil yang diparkir di sebuah situs lelang mobil di sebelah bandara. Keluarga dari tokoh pendiri al-Qaeda itu telah terbang dari Milan, Italia, di mana mereka menghadiri pesta pernikahan di Lake Como.

Seorang koroner bernama Andrew Bradley mengatakan bahwa ada saksi yang melihat pesawat jet pribadi keluarga tidak terbakar untuk beberapa menit setelah kecelakaan. Tapi, orang-orang di dalamnya tidak dapat melarikan diri selama “jeda waktu untuk bertahan hidup” hingga akhirnya pesawat terbakar yang menghanguskan seluruh tubuh korban.

Menurut pengadilan, karena luka bakar yang parah, proses identifikasi dari keluarga Osama bin Laden itu menggunakan catatan gigi. Sebuah laporan Investigasi Kecelakaan Udara (AAIB) mengatakan, ada peringatan darurat sebelum pesawat mendarat, namun kondisi pilot saat itu kemungkinan sedang jenuh.

Menurut laporan itu, pesawat mendarat terlalu jauh di landasan karena terbang 40 persen lebih cepat dari kecepatan yang direkomendasikan.

”Dia (pilot) mendekati terlalu cepat, mendarat di titik yang salah, dia membuat keputusan untuk melanjutkan pendaratan sampai terlambat,” kata Bradley, seperti dikutip dari BBC, Rabu (8/3/2017).
(mas)
Berita Terkait
Inggris Nyatakan akan...
Inggris Nyatakan akan Kerahkan Pasukan ke Afghanistan Jika Al-Qaeda Kembali Muncul
Menhan Inggris Khawatir...
Menhan Inggris Khawatir Afghanistan Jadi Negara Gagal, Surga Para Teroris
Pangeran Harry Klaim...
Pangeran Harry Klaim Dapat Ancaman Pembunuhan dari al-Qaeda
Bos MI5 Kritik Kemenangan...
Bos MI5 Kritik Kemenangan Taliban
Taliban Sukses Besar,...
Taliban Sukses Besar, Inggris Takut al-Qaeda Kembali ke Afghanistan
Pasukan Afghanistan...
Pasukan Afghanistan Habisi Pemimpin Senior Al-Qaeda
Berita Terkini
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
1 jam yang lalu
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
4 jam yang lalu
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
5 jam yang lalu
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
9 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
10 jam yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
11 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved