Sehari, AS Bombardir AQAP Lebih Dari 20 Kali
Jum'at, 03 Maret 2017 - 01:32 WIB
Sehari, AS Bombardir AQAP Lebih Dari 20 Kali
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengatakan telah melakukan lebih dari 20 serangan presisi di Yaman dengan target kelompok al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP). Serangan ini tampaknya menjadi operasi besar pertama terhadap kelompok itu sejak serangan pada Januari lalu oleh pasukan komando AS.
Pentagon mengatakan serangan itu menargetkan militan al-Qaeda, sistem persenjataan berat, peralaran, infrastruktur, posisi tempur. Serangan dilakukan di gubernuran Yaman Abyan, Al Bayda, dan Shabwah.
"Serangan akan menurunkan kemampuan AQAP untuk mengkoordinasikan serangan teror eksternal dan membatasi kemampuan mereka untuk menggunakan wilayah yang diambil dari pemerintah Yaman yang sah sebagai tempat yang aman untuk merencanakan teror," terang juru bicara Pentagon, Jeff Davis, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (3/3/2017).
Pada akhir Januari lalu, AS melakukan penyergapan yang merupakan pertama kalinya dilakukan di masa pemerintahan Presiden Donald Trump. Gedung Putih dan para pejabat AS lainnya mengelu-elukan keberhasilan tersebut. Namun para kritikus mempetanyakan nilai dan efektivitas operasi yang menewaskan perempuan dan anak-anak, serta beberapa militan dan anggota SEAL Angkatan Laut.
Baca juga:
Operasi Anti Teror Perdana Trump, 1 Tentara AS Tewas
Trump, mengutip informasi dari Menteri Pertahanan, mengatakan kepada Kongres pada hari Selasa bahwa serangan itu menghasilkan data intelijen berharga yang akan menyebabkan lebih banyak kemenangan di masa depan.
Pentagon mengatakan serangan itu menargetkan militan al-Qaeda, sistem persenjataan berat, peralaran, infrastruktur, posisi tempur. Serangan dilakukan di gubernuran Yaman Abyan, Al Bayda, dan Shabwah.
"Serangan akan menurunkan kemampuan AQAP untuk mengkoordinasikan serangan teror eksternal dan membatasi kemampuan mereka untuk menggunakan wilayah yang diambil dari pemerintah Yaman yang sah sebagai tempat yang aman untuk merencanakan teror," terang juru bicara Pentagon, Jeff Davis, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (3/3/2017).
Pada akhir Januari lalu, AS melakukan penyergapan yang merupakan pertama kalinya dilakukan di masa pemerintahan Presiden Donald Trump. Gedung Putih dan para pejabat AS lainnya mengelu-elukan keberhasilan tersebut. Namun para kritikus mempetanyakan nilai dan efektivitas operasi yang menewaskan perempuan dan anak-anak, serta beberapa militan dan anggota SEAL Angkatan Laut.
Baca juga:
Operasi Anti Teror Perdana Trump, 1 Tentara AS Tewas
Trump, mengutip informasi dari Menteri Pertahanan, mengatakan kepada Kongres pada hari Selasa bahwa serangan itu menghasilkan data intelijen berharga yang akan menyebabkan lebih banyak kemenangan di masa depan.
(ian)