Duterte Libatkan Kembali Polisi

Rabu, 01 Maret 2017 - 23:00 WIB
Duterte Libatkan Kembali...
Duterte Libatkan Kembali Polisi
A A A
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte memanggil kembali beberapa polisi untuk terlibat dalam perang melawan narkoba. Langkah tersebut terjadi hampir sebulan setelah Duterte menghentikan seluruh unit kepolisian narkoba dalam kampanye kontroversial tersebut.

Saat kampanye, Duterte berjanji memecat 160.000 anggota Kepolisian Nasional Filipina (PNP). Meski demikian Duterte saat ini mengatakan Filipina menghadapi tantangan keamanan dan penegakan hukum serta membutuhkan lebih banyak tenaga untuk memberantas narkoba.

Duterte pernah mengkritik polisi korup setelah laporan bahwa anggota kepolisian narkoba menculik dan membunuh seorang pengusaha Korea Selatan (Korsel) di Kantor Pusat PNP. Setelah menghentikan unit narkoba kepolisian, Duterte menyerahkan peran itu kepada Badan Pemberantasan Narkoba Filipina (PDEA) dan meminta militer memberikan bantuan dalam operasi melawan narkoba.

Kini Duterte memanggil kembali polisi dalam operasi pemberantasan narkoba dengan pengawasan agen-agen PDEA. ”Jadi saya membutuhkan lebih banyak pria. Saya telah memanggil kembali polisi untuk melakukan pekerjaan yang banyak menyita waktu terkait narkoba,” paparnya seperti dikutip kantor berita AFP.

”Dan ini berarti menjadi pengawasan PDEA, baik itu dilakukan militer atau kepolisian. Selalu ada PDEA yang akan mengawasi semuanya,” ujar dia. Sejak penghentian unit narkoba pada 30 Januari lalu, perdagangan narkoba kembali meningkat. Demikian menurut pengakuan lebih dari 10 pengguna dan pengedar narkoba di wilayah Manila.

Kepala PNP Ronald dela Rosa menjelaskan, narkoba kembali ke jalanan dalam beberapa pekan terakhir dan polisi siap bergabung kembali sesegera mungkin. ”Semakin cepat kami terlibat, semakin bagus,” katanya. Perang melawan narkoba telah menewaskan 7.700 orang sejak diluncurkan 8 bulan lalu. Sekitar 2.555 korban tewas dalam operasi itu dan menurut polisi mereka merupakan tersangka yang melawan saat akan ditangkap.
(esn)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Rencanakan Pemboman,...
Rencanakan Pemboman, 'Calon Pengantin' Perempuan Diciduk Tentara Filipina
Berita Terkini
Pesawat Nirawak Ukraina...
Pesawat Nirawak Ukraina Serang Crimea, 4 Orang Tewas, 10 Luka
45 menit yang lalu
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
1 jam yang lalu
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
2 jam yang lalu
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
3 jam yang lalu
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
4 jam yang lalu
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
5 jam yang lalu
Infografis
Trump Perintahkan Pembukaan...
Trump Perintahkan Pembukaan Kembali Penjara Alcatraz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved