Dianggap Lalai Atas Serangan Rohingya, Perwira Polisi Myanmar Dibui

Sabtu, 25 Februari 2017 - 13:00 WIB
Dianggap Lalai Atas...
Dianggap Lalai Atas Serangan Rohingya, Perwira Polisi Myanmar Dibui
A A A
YANGON - Tiga perwira senior polisi Myanmar dijatuhi hukuman penjara karena lalai setelah pemberontak Rohingya menyerbu tiga pos perbatasan pada bulan Oktober lalu. Serangan tersebut menewaskan setidaknya sembilan polisi.

Direktur Departemen Informasi Ye Naing mengatakan penyelidikan resmi dilakukan terkait bagaimana pemberontak kurang terlatig dan nyaris tidak bersenjata bisa berhasil melancarkan serangan. Pemerintah Myanmar mengatakan militan, yang mencuri senjata dan amunisi dalam serangan tersebut, memiliki hubungan dengan kelompok Islam radikal di luar negeri.

Ye Niang lantas mengatakan pengadilan menjatuhkan hukuman kepada tiga perwira senior di kota perbatasan Maungdaw dengan hukuman 1 sampai 3 tahun penjara. "Mereka dipenjara karena mereka bersalah kelalaian mengenai keamanan selama serangan 9 Oktober," katanya seperti dikutip dari Asean Correspondent, Sabtu (25/2/2017).

Naing tidak bisa memberikan tanggal hukuman tersebut atau rincian penyelidikan. Beberapa petugas polisi berpangkat tinggi lainnya masih diselidiki oleh militer yang dibawahi Departemen Dalam Negeri.

Ratusan orang Rohingya menyerang pos penjaga perbatasan pada 9 Oktober. Sebagaian besar hanya dipersenjatai dengan tongkat. Serangan ini memicu tindakan represif pasukan keamanan Myanmar kepada kelompok Muslim minoritas tersebut dan memaksa lebih dari 70 ribu orang melarikan diri melintasi perbatasan ke Bangladesh.

PBB telah mendokumentasikan pembunuhan massal dan pemerkosaan yang dilakukan selama aksi represif oleh pasukan keamanan. PBB menyebut ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Namun, tidak ada petugas polisi atau pemimpin militer senior yang dituntut untuk bertanggung jawab atas tuduhan kejahatan ini.

Pemerintah sipil yang dipimpin oleh pemenang Nobel Aung San Suu Kyi telah berulang kali membantah hampir semua tuduhan terhadap angkatan bersenjata.
(ian)
Berita Terkait
Pakar PBB: Junta Myanmar...
Pakar PBB: Junta Myanmar Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan Sejak Kudeta
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
PM Myanmar: Tidak Ada...
PM Myanmar: Tidak Ada Satu Kekuatan Pun yang Boleh Mengendalikan Dunia
Myanmar Akan Gelar Pemilu...
Myanmar Akan Gelar Pemilu pada Desember 2025
Terjebak Semalaman,...
Terjebak Semalaman, Demonstran Myanmar Berhasil Lolos dari Kepungan Pasukan Keamanan
Berlutut Hadang Polisi...
Berlutut Hadang Polisi Myanmar, Biarawati: Tembak Aku Saja
Berita Terkini
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
53 menit yang lalu
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
1 jam yang lalu
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
2 jam yang lalu
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
3 jam yang lalu
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
5 jam yang lalu
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
6 jam yang lalu
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved