Visa Utusan Pyongyang Ditolak, Pertemuan Korut-AS Batal
Sabtu, 25 Februari 2017 - 12:12 WIB
Visa Utusan Pyongyang Ditolak, Pertemuan Korut-AS Batal
A
A
A
WASHINGTON - Rencana pertemuan antara Korea Utara (Korut) dan Amerika Serikat (AS) batal terlaksana. Kontak pertama Korut dengan pemerintahan Donald Trump ini batal setelah Departemen Luar Negeri (Deplu) AS menolak visa untuk utusan Korut. Demikian laporan Wall Street Journal (WSJ).
Baca juga:
Korut Dilaporkan Siap Duduk Satu Meja dengan AS
"Pembicaraan antara utusan senior Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Korut, Choe Son-hui, dan mantan pejabat AS dijadwalkan berlangsung pada tanggal 1 dan 2 di New York tapi dibatalkan setelah visa Choe ditolak," tulis WSJ seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (25/2/2017).
Tidak jelas apa yang menyebabkan Deplu AS menolak visa utusan Korut. Namun diduga uji tembak rudal balistik Korut pada 12 Februari dan pembunuhan saudara tiri pemimpin Korut di Malaysia mungkin telah mempengaruhi putusan tersebut kata laporan itu.
Para pejabat Korea Selatan (Korsel) dan AS telah mengatakan mereka percaya agen rahasia Korut membunuh Kim Jong-nam, saudara tiri Kim Jong-un yang diasingkan, pada 13 Februari lalu.
Pertemuan di New York akan menjadi pertama kalinya seorang utusan senior Korut mengunjungi AS sejak 2011. Selain itu, ini akan menjadi kontak pertama antara AS dan perwakilan Korut sejak Trump menjabat.
Choe adalah Direktur Jenderal untuk urusan Amerika Utara pada Kemlu Korut. Ia sebelumnya telah bertemu mantan pejabat AS dan akademisi, terakhir kali pada bulan November di Jenewa untuk diskusi formal.
Baca juga:
Korut Dilaporkan Siap Duduk Satu Meja dengan AS
"Pembicaraan antara utusan senior Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Korut, Choe Son-hui, dan mantan pejabat AS dijadwalkan berlangsung pada tanggal 1 dan 2 di New York tapi dibatalkan setelah visa Choe ditolak," tulis WSJ seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (25/2/2017).
Tidak jelas apa yang menyebabkan Deplu AS menolak visa utusan Korut. Namun diduga uji tembak rudal balistik Korut pada 12 Februari dan pembunuhan saudara tiri pemimpin Korut di Malaysia mungkin telah mempengaruhi putusan tersebut kata laporan itu.
Para pejabat Korea Selatan (Korsel) dan AS telah mengatakan mereka percaya agen rahasia Korut membunuh Kim Jong-nam, saudara tiri Kim Jong-un yang diasingkan, pada 13 Februari lalu.
Pertemuan di New York akan menjadi pertama kalinya seorang utusan senior Korut mengunjungi AS sejak 2011. Selain itu, ini akan menjadi kontak pertama antara AS dan perwakilan Korut sejak Trump menjabat.
Choe adalah Direktur Jenderal untuk urusan Amerika Utara pada Kemlu Korut. Ia sebelumnya telah bertemu mantan pejabat AS dan akademisi, terakhir kali pada bulan November di Jenewa untuk diskusi formal.
(ian)