Saudi dan Israel Kompak Nyatakan Iran Ancaman Utama

Senin, 20 Februari 2017 - 07:55 WIB
Saudi dan Israel Kompak...
Saudi dan Israel Kompak Nyatakan Iran Ancaman Utama
A A A
MUNICH - Arab Saudi dan Israel pada hari Minggu kompak menyatakan Iran sebagai ancaman utama bagi stabilitas regional. Namun, Saudi tidak menjawab ajakan Israel untuk berkoalisi.

Persamaan pandangan antara Saudi dan Israel soal Iran itu muncul dalam Konferensi Keamanan Munich di Jerman. Penilaian tentang Iran disampaikan oleh Menteri Pertahanan Israel Avigdor Liberman dan Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir.

Jubeir berbicara setelah Liberman dan Menteri Luar Negeri Turki Mevlet Cavusoglu berbicara tegas menolak seruan baru Iran untuk dialog bersama. Mereka, dalam konferensi, menyatakan bahwa Republik Islam Iran sedang mencoba untuk ”upend the order” di Timur Tengah dan menginginkan kehancuran bagi Arab Saudi.

”Iran berbicara tentang ingin membuka lembaran baru, ingin melihat ke depan, bukan ke belakang. Ini bagus, tapi bagaimana dengan sekarang?,” tanya Jubeir.”Kita tidak bisa mengabaikan apa yang mereka lakukan di wilayah tersebut,” lanjut dia mengacu pada sepak terjang Iran di Timur Tengah dan sekitarnya, seperti dikutip Reuters, Senin (20/2/2017).

Jubeir menyebut Teheran sudah merajalela dalam mendukung terorisme dan campur tangan dalam urusan negara lain.”Ketika kita melihat wilayah, kita melihat tantangan yang berasal dari Iran, yang tetap negara sponsor terorisme terbesar di dunia,” ucap Jubeir, yang tak percaya Iran menerapkan prinsip-prinsip bertetangga baik. ”Kami melihat negara sponsor terorisme bertekad untuk ‘upend the order’ di Timur Tengah.”

Komentar Jubeir muncul setelah Menteri Luar Negeri Iran Mohammed Javad Zarif dalam forum yang sama, di mana dia mengajak negara-negara Teluk bersatu hadapi kecemasan.”Kita harus mengatasi masalah umum dan persepsi yang telah melahirkan kecemasan dan tingkat kekerasan di wilayah tersebut,” ujar Zarif.

Sementara itu, Liberman membela Saudi dengan menuduh Iran berniat ingin menghancurkan Saudi dan Israel.

“Kita tidak bisa mengabaikan konstitusi mereka yang menyerukan untuk ekspor revolusi. Bagaimana seseorang dapat menangani sebuah bangsa yang berniat untuk menghancurkan kita?,” ujar Liberman.

”Jika Anda bertanya kepada saya, 'Apa kabar terbesar di Timur Tengah?’ Saya pikir (untuk) pertama kalinya sejak tahun 1948 di dunia Arab moderat, dunia Sunni, memahami bahwa ancaman terbesar bagi mereka bukan Israel, bukan Yahudi dan bukan Zionisme, namun Iran dan proxy Iran,” ucap Liberman, menunjuk ke Hizbullah di Libanon, Jihad Islam di Jalur Gaza dan milisi Houthi di Yaman yang dia sebut sebagai kaki tangan Iran dalam perang proxy.

Liberman lantas mengajak Saudi dan negara-negara Teluk untuk berkoalisi. Namun, ajakan itu tidak dijawab Menlu Jubeir.
(mas)
Berita Terkait
Israel Serang Iran,...
Israel Serang Iran, Arab Saudi Marah Besar!
Iran Peringatkan Arab...
Iran Peringatkan Arab Saudi tentang Ketergantungan pada Israel
Arab Saudi Klarifikasi...
Arab Saudi Klarifikasi Tak Terlibat dalam Mencegat Rudal Iran di Israel
Bertemu Menlu Arab Saudi,...
Bertemu Menlu Arab Saudi, Presiden Iran Sentil Israel
3 Alasan yang Membuat...
3 Alasan yang Membuat Arab Saudi Bermusuhan dengan Iran
Jelang Serangan Israel...
Jelang Serangan Israel ke Iran, AS Jual Senjata Baru ke Saudi dan UEA Senilai Rp35 Triliun
Berita Terkini
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
19 menit yang lalu
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
1 jam yang lalu
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
2 jam yang lalu
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
3 jam yang lalu
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
3 jam yang lalu
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
4 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved