Kebijakan Imigrasi Trump Ganggu Upaya Berantas Terorisme
Selasa, 14 Februari 2017 - 20:36 WIB
Kebijakan Imigrasi Trump Ganggu Upaya Berantas Terorisme
A
A
A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menyatakan, perintah eksekutif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai imigrasi dan pengungsi terkait upaya melawan terorisme adalah hal yang negatif. Retno bahkan menyatakan, kebijakan itu berdampak negatif pada upaya melawan terorisme.
"Walaupun Indonesia bukan termasuk dalam 7 negara yang disebut dalam perintah eksekutif itu, namun setelah mempertimbangkan prinsip-prinsip yang harus dihormati, Indonesia telah menyampaikan pernyataan yang pada intinya pertama kita menyampaikan penyesalan mendalam dengan dikeluarkannya perintah eksekutif itu," ucap Retno.
"Kedua, kita menyampaikan kebijakan tersebut diyakini akan berdampak negatif terhadap upaya global dalam memerangi terorisme dan penanganan pengungsi," sambungnya saat melakukan rapat kerja dengan Komisi I DPR RI pada Selasa (14/2).
Retno kemudian mengatakan, Indonesia juga menekankan upaya melawan terorisme tidak seharusnya mengaitkan dengan agama tertentu. Menurut Retno, itu adalah hal yang salah.
"Kita juga menekankan efektivitas upaya global memerangi terorisme akan sangat tergantung pada kerjasama internasional, karena tidak ada satupun negara yang akan mampu memerangi terorisme sendirian," tukasnya.
Perintah eksekutif Trump sendiri diketahui saat ini telah ditangguhkan oleh Mahkamah Agung AS. Penangguhan ini adalah dampak dari banyaknya protes yang disampaikan terhadap kebijakan itu.
"Walaupun Indonesia bukan termasuk dalam 7 negara yang disebut dalam perintah eksekutif itu, namun setelah mempertimbangkan prinsip-prinsip yang harus dihormati, Indonesia telah menyampaikan pernyataan yang pada intinya pertama kita menyampaikan penyesalan mendalam dengan dikeluarkannya perintah eksekutif itu," ucap Retno.
"Kedua, kita menyampaikan kebijakan tersebut diyakini akan berdampak negatif terhadap upaya global dalam memerangi terorisme dan penanganan pengungsi," sambungnya saat melakukan rapat kerja dengan Komisi I DPR RI pada Selasa (14/2).
Retno kemudian mengatakan, Indonesia juga menekankan upaya melawan terorisme tidak seharusnya mengaitkan dengan agama tertentu. Menurut Retno, itu adalah hal yang salah.
"Kita juga menekankan efektivitas upaya global memerangi terorisme akan sangat tergantung pada kerjasama internasional, karena tidak ada satupun negara yang akan mampu memerangi terorisme sendirian," tukasnya.
Perintah eksekutif Trump sendiri diketahui saat ini telah ditangguhkan oleh Mahkamah Agung AS. Penangguhan ini adalah dampak dari banyaknya protes yang disampaikan terhadap kebijakan itu.
(esn)