Diam-diam Mengontak Rusia, Penasihat Keamanan Trump Mundur
Selasa, 14 Februari 2017 - 11:59 WIB
Diam-diam Mengontak Rusia, Penasihat Keamanan Trump Mundur
A
A
A
WASHINGTON - Penasehat Keamanan Nasional Presiden Donald Trump, Michael Flynn, mengundurkan diri pada hari Senin waktu AS. Dia sejatinya sedang dievaluasi setelah diam-diam melakukan kontak dengan Rusia terkait kemungkinan pencabutan sanksi.
Flynn mengajukan pengunduran diri satu jam setelah Presiden Trump melalui juru bicaranya akan mengevaluasi Flynn. Evaluasi itu sedianya akan dibahas Trump dengan wakilnya, Mike Pence.
Flynn sebelumnya menyangkal membahas pencabutan sanksi ketika melakukan kontak dengan Rusia. Flynn dilaporkan melakukan kontak telepon dengan diplomat Rusia yang bertugas di AS.
”Sayangnya, karena langkah cepat dari peristiwa ini, saya tidak sengaja (memberikan) penjelasan kepada wakil presiden terpilih dan yang lainnya dengan informasi yang tidak lengkap mengenai pembicaraan telepon dengan duta besar Rusia,” kata Flynn dalam surat pengunduran dirinya, yang dikutip Reuters, Selasa (14/2/2017).
“Saya telah dengan tulus meminta maaf kepada presiden dan wakil presiden, dan mereka telah menerima maaf saya,” lanjut Flynn.
Pensiunan Jenderal Keith Kellogg, yang telah menjabat sebagai Kepala Staf Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih akan menggantikan posisi Flynn untuk sementara sampai Presiden Trump menunjuk pengganti tetap.
Menurut seorang pejabat Gedung Putih, pensiunan Jenderal David Petraeus, yang merupakan mantan Direktur CIA, sedang dipertimbangkan untuk menggantikan posisi Flynn.
Pengunduran diri Flynn terjadi setelah Departemen Kehakiman memperingatkan Gedung Putih pada pekan lalu bahwa Flynn rentan melakukan kontak dengan para pejabat Rusia. Kontak diam-diam itu terjadi sebelum Trump resmi dilantik sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2017 lalu.
Flynn mengajukan pengunduran diri satu jam setelah Presiden Trump melalui juru bicaranya akan mengevaluasi Flynn. Evaluasi itu sedianya akan dibahas Trump dengan wakilnya, Mike Pence.
Flynn sebelumnya menyangkal membahas pencabutan sanksi ketika melakukan kontak dengan Rusia. Flynn dilaporkan melakukan kontak telepon dengan diplomat Rusia yang bertugas di AS.
”Sayangnya, karena langkah cepat dari peristiwa ini, saya tidak sengaja (memberikan) penjelasan kepada wakil presiden terpilih dan yang lainnya dengan informasi yang tidak lengkap mengenai pembicaraan telepon dengan duta besar Rusia,” kata Flynn dalam surat pengunduran dirinya, yang dikutip Reuters, Selasa (14/2/2017).
“Saya telah dengan tulus meminta maaf kepada presiden dan wakil presiden, dan mereka telah menerima maaf saya,” lanjut Flynn.
Pensiunan Jenderal Keith Kellogg, yang telah menjabat sebagai Kepala Staf Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih akan menggantikan posisi Flynn untuk sementara sampai Presiden Trump menunjuk pengganti tetap.
Menurut seorang pejabat Gedung Putih, pensiunan Jenderal David Petraeus, yang merupakan mantan Direktur CIA, sedang dipertimbangkan untuk menggantikan posisi Flynn.
Pengunduran diri Flynn terjadi setelah Departemen Kehakiman memperingatkan Gedung Putih pada pekan lalu bahwa Flynn rentan melakukan kontak dengan para pejabat Rusia. Kontak diam-diam itu terjadi sebelum Trump resmi dilantik sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2017 lalu.
(mas)