Bakar Bendera AS dan Israel, Massa Iran Pekikkan Matilah Amerika

Sabtu, 11 Februari 2017 - 00:39 WIB
Bakar Bendera AS dan...
Bakar Bendera AS dan Israel, Massa Iran Pekikkan Matilah Amerika
A A A
TEHERAN - Ratusan ribu rakyat Iran turun ke jalan untuk memperingati Revolusi Islam Iran 1979 yang jatuh pada Jumat (10/2/2017). Massa membakar bendera Amerika Serikat (AS) dan Israel serta memekikkan slogan “Matilah Amerika”.

Aksi besar-besaran rakyat Iran ini sebagai respons dari seruan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei untuk turun ke jalan untuk menunjukkan bahwa Iran tidak takut pada ancaman AS. Seruan Khamenei ini mengacu pada ancaman AS yang dipimpin Presiden Donald Trump, di mana opsi militer terbuka bagi Washington untuk merespons uji tembak rudal balistik Teheran.

Para demonstran berkumpul di Teheran dan berjalan kaki menuju Azadi Square, sebuah situs yang jadi simbol kebebasan rakyat Iran untuk memperingati ulang tahun Revolusi Islam Iran tahun 1979.

Revolusi itu jadi sejarah bagi Iran yang berhasil menggulingkan rezim Shah Mohammad Reza Pahlavi yang didukung AS kala itu. Revolusi itu juga jadi pemicu pemutusan hubungan diplomatik AS dan Iran. Sejak itulah, Iran dan AS menjadi musuh bebuyutan.

Ayatollah Ruhollah Khomeini yang memimpin Revolusi Islam Iran kemudian menggantikan rezim Shah sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Khomeini kemudian digantikan oleh Ayatollah Ali Khamenei setelah kematiannya pada tahun 1989.

Slogan “Matilah Amerika” yang diteriakkan para demonstran Iran telah menjadi slogan khas untuk setiap peringatan Revolusi Islam Iran. Selain memekikkan slogan dan membakar bendera AS serta Israel, massa juga menggantung boneka yang menggambarkan sosok Presiden AS Donald Trump.

Presiden Iran Hassan Rouhani ambil bagian dalam demonstrasi akbar di Azadi Square. Rouhani menegaskan bahwa Iran siap berurusan dengan ancaman apa pun termasuk perang.

”Beberapa tokoh berpengalaman di wilayah dan Amerika mengancam Iran. Mereka harus tahu bahwa bahasa ancaman telah pernah bekerja dengan Iran. Mereka harus belajar menghargai Iran dan rakyat Iran. Kami akan menghadapi kebijakan gila perang sekalipun,” ujar Rouhani, seperti dikutip Reuters, Sabtu (11/2/2017).
(mas)
Berita Terkait
Kedubes Amerika Serikat...
Kedubes Amerika Serikat di Tel Aviv Dibombardir Rudal Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Menurut Presiden Iran,...
Menurut Presiden Iran, Amerika Serikat Bersalah dalam Serangan Israel di Gaza
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Amerika Serikat dan...
Amerika Serikat dan Israel Digempur Serangan DDoS
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
1 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
2 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
3 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
4 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
5 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
6 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved